Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Hasil KTT G20, Menteri Bahlil Klaim Investasi Rp125 Triliun Tapi Baru Komitmen

Kamis, 17 Nov 2022 - 10:32 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, Kamis (24/11/2022) dilaporkan sejumlah OKP ke Bareskrim Mabes Polri, terkait ucapannya yang menyebut OKP identik dengan kekerasan. (Foto: Kumparan).

Ada kabar baik dari gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung dua hari di The Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali terkait investasi.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebut adanya komitmen investasi yang telah diteken sekitar US$7 miliar hingga US$8 miliar.

Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs Rp15.000 per US$ setara Rp105 triliun-Rp120 triliun yang tercipta di KTT G20. “Komitmen investasi yang sudah ditekan kurang lebih sekitar 7 sampai 8 miliar dolar AS,” kata Menteri Bahlil, Jakarta, dikutip Kamis (17/11/2022).

Dia menuturkan, nilai komitmen itu merupakan gabungan dari beberapa negara seperti Korea Selatan, China dan sejumlah negara Eropa. “Negaranya ada macam-macam, ada Korea, China, ada beberapa Eropa. Detailnya nanti pada saat kita tanda tangan HoA (Head of Agreement),” ujar dia.

Baca juga
Mendag Zulhas Nilai Pameran Pride of Indonesia Jadi Ajang Unjuk Gigi Indonesia di G20

Menteri Bahlil mengatakan, masih ada potensi investasi senilai 10 miliar dolar AS atau setara Rp156,4 triliun, yang belum diteken. Kendati demikian, sudah tercapai kesepahaman. “Ada sekitar kurang lebih 10 miliar dolar AS yang belum bisa diteken tapi sudah ada kesepahaman dan saya tidak mau mengumumkan yang 10 billion ini karena itu belum diteken,” tuturnya.

Kalau dikaitkan dengan begitu ‘wah’-nya hajatan KTT G20 di Bali, termasuk sejumlah acara sebelumnya, termasuk anggaran Rp526 miliar yang dikeluarkan dari brangkas negara, memang perlu ada target investasi. Jangan sampai, dana jumbo yang telah dikeluarkan negara dari keringat rakyat, tidak menghasilkan apa-apa.

Baca juga
KBRI Pastikan Tak Ada WNI di Pesta Halloween Berdarah di Korea Selatan

 

Tinggalkan Komentar