Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Kualifikasi Piala Asia: Setop Euforia, Lupakan Kuwait untuk Hadapi Yordania

Sabtu, 11 Jun 2022 - 08:42 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Yordania
Skuad Garuda di Kualifikasi Piala Asia 2023 (Foto PSSI)

Pelatih timnas sepak bola Indonesia, Shin Tae-yong, menahan para pemainnya larut dalam euforia usai mengalahkan Kuwait pada laga pembuka Grup A kualifikasi Piala Asia 2023, Rabu (8/6/2022). Kemenangan bersejarah itu belum bisa memastikan Indonesia memenuhi target lolos ke babak utama Piala Asia.

Indonesia akan menghadapi Yordania, Minggu (12/6/2022) pukul 02.15 WIB, di Stadion Internasional Jaber Al-Ahmad, Kuwait. Yordania adalah tim terkuat sekaligus yang paling diunggulkan memuncaki Grup A dan meraih tiket langsung ke babak utama Piala Asia 2023.

Jika membandingkan peringkat FIFA terkini, tim berjuluk ‘The Chivalrous,’ itu menempati peringkat ke-91 dunia atau ke-14 Asia, sementara Indonesia berada di peringkat ke-159.

Sepanjang 2022, Yordania telah menjalani empat laga dengan meraup tiga kemenangan dan hanya sekali kalah, yaitu versus Australia. Adapun tiga hasil positif itu diraih atas Selandia Baru, India, dan Nepal.

Kerja keras tim

Menyadari kekuatan sang calon lawan yang menembus perempat final Piala Arab 2021 itu, Shin mengingatkan timnya agar terus meningkatkan kerja keras.

https://www.inilah.com/arena
Shin Tae-Yong memberikan arah kepada para pemain (Foto PSSI)

Pelatih asal Korea Selatan itu optimistis timnya melanjutkan performa terbaik demi memelihara asa tampil di Piala Asia.

”Kunci utama adalah kerja keras dari semua pemain. Itu yang kami butuhkan untuk meraih poin penting di dua laga tersisa,” kata Shin dalam konferensi pers, Jumat (10/6/2022).

Frasa kerja keras berkali-kali Shin sampaikan sejak Indonesia mengalahkan Kuwait, 2-1, Rabu lalu.

Baca juga
Puncaki Money League, Manchester City jadi Klub Paling Tajir Sedunia

Ia menyebut frasa itu pada konferensi pers seusai laga, lalu saat mengunggah fotonya bersama skuad tim Garuda dengan latar belakang ratusan suporter di akun Instagram-nya, Kamis (9/6/2022).

Unggahannya di media sosial itu hanya berselang sekitar setengah jam dari publikasi artikel opini di situs resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang menyebut kemenangan atas Kuwait adalah hasil kinerja Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Artikel itu menjadi viral dan disorot negatif di jagat maya.

Statistik lawan Yordania

Dalam empat pertemuan sebelumnya, Indonesia selalu menelan kekalahan dari ”Al-Nashami” sejak pertama kali berjumpa pada 2004 di Amman, Yordania.

Head To Head Indonesia Vs Yordania - inilah.com
Head To Head Indonesia Vs Yordania

La Grande Indonesia, kelompok suporter timnas Indonesia, mengunggah kampanye bertajuk ”Stop Video Call, Jangan Ganggu” di media sosial.

Unggahan itu, kata Ilham Sukrai Harahap dari Divisi Komunikasi La Grande Indonesia, adalah pengingat ke PSSI agar menahan diri dari berbagai respons yang tidak perlu. Hal itu memilki anggapan bisa mengganggu konsentrasi para pemain yang kini masih berjuang di Kuwait.

”Biarkan para pemain dan staf (pelatih) fokus di dua laga tersisa. Akan jadi bumerang bagi tim jika ada euforia yang berlebihan. Ingat, kita baru menang satu laga dan belum resmi ke Piala Asia,” ujar Ilham.

Tuntutan Shin agar skuadnya tidak mudah berpuas diri dan mengendurkan kerja keras jelang laga melawan Yordania bukan sekadar dari kualitas sang lawan yang lebih baik. Dalam empat pertemuan sebelumnya, Indonesia selalu menelan kekalahan dari ”Al-Nashami” sejak pertama kali berjumpa pada 2004 di Amman, Yordania.

Baca juga
Selain Balap Jalanan, Ancol jadi Lokasi Formula E?

Dari empat duel itu, secara total, Yordania telah membuat 12 gol ke gawang Indonesia. Sebaliknya, ”Garuda” hanya dua kali menjebol gawang Yordania yang tercipta pada dua pertemuan di Stadion Raja Abdullah II, Amman, yaitu 12 Februari 2004 dan 11 Juni 2019.

Pada kedua laga itu, Indonesia masing-masing takluk 1-2 dan 1-4. Adapun gol-gol Indonesia, pada masing-masing laga itu, dicetak Bambang Pamungkas dan Beto Goncalves.

Tetap Optimis

Meskipun terkesan amat berat untuk bisa mengimbangi kekuatan Yordania, Shin tetap optimistis. Ia berpengalaman dalam menaklukkan tim-tim raksasa yang jauh lebih diunggulkan. Di Piala Dunia Rusia 2018, misalnya, Shin mengantarkan Korsel membuat kejutan besar, yaitu membekap Jerman, 2-0, pada penyisihan grup. Kemenangan atas sang juara dunia bertahan saat itu lantas disebut media-media Korsel sebagai ”keajaiban di Kazan”.

Whatsapp Image 2022 06 11 At 08.35.52 - inilah.com

Di tim Garuda, Shin meyakini, kemenangan atas Kuwait pada laga pertama Grup A melahirkan secercah harapan bagi Indonesia untuk mengakhiri 15 tahun penantian tampil di babak utama Piala Asia. ”Hasil melawan Kuwait adalah bukti sepak bola Indonesia bisa terus berkembang,” ucapnya.

Baca juga
Pedangdut Imam S Arifin Tutup Usia

Apabila bisa minimal menahan imbang Yordania, peluang Indonesia untuk lolos lebih terbuka. Koleksi empat poin berpotensi membuat Garuda meraih tiket itu, setidaknya dari jatah runner-up terbaik.

Hanya lima runner-up terbaik dari total enam grup yang berhak meraih tiket tersebut.

Pada laga terakhir, Indonesia akan menghadapi Nepal. Secara kualitas, Indonesia lebih baik.

Peluang meraih tiga poin pun lebih terbuka menghadapi tim terlemah di kualifikasi Grup A itu.

Pelatih Yordania Adnan Hamad mengakui persaingan di Grup A berubah setelah Indonesia menumbangkan Kuwait, tim tuan rumah. Hamad pun meminta para pemainnya tidak meremehkan Indonesia yang tampil solid pada laga pertama.

”Indonesia telah membuktikan punya peluang dalam persaingan menuju babak utama. Mereka adalah tim yang terorganisasi dan punya beberapa pemain bagus. Jadi, kami harus meningkatkan level permainan untuk melanjutkan tren kemenangan di laga pertama dan mempertahankan posisi puncak,” kata Hamad, yang berpaspor Irak melansir laman resmi Federasi Sepak Bola Yordania.

Tinggalkan Komentar