Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Kualitas Air di Indonesia Jelek karena Masyarakat Sering BAB Sembarangan

Kualitas Air di Indonesia Jelek Karena Masyarakat Sering BAB Sembarangan

Perilaku buang air besar atau BAB sembarangan pada masyarakat mengakibatkan kualitas air di Indonesia masih kurang baik. Perilaku BAB sembarangan ini juga menghambat target untuk menciptakan akses air minum yang aman dan layak bagi masyarakat.

Hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ungkap melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu.

“Saya kira kualitas ini terus diakibatkan oleh pencemaran lingkungan. Salah satu yang berkaitan dengan akses sanitasi yang belum layak, yaitu praktik perilaku buang air besar sembarangan secara terbuka maupun terselubung,” kata Maxi dalam Webinar Upaya Bersama Dalam Menjaga Kualitas Air Minum Aman Yang Berkelanjutan, Selasa (22/3/2022).

Baca juga
Kabar Baik! Kemenkes Umumkan Kasus Sembuh COVID-19 Cetak Rekor, Tembus 61 Ribu

Dia mengatakan, perilaku buang air besar sembarangan baik terbuka maupun terselubung bisa memicu risiko pencemaran lingkungan terutama dalam aspek mikrobiologi.

Dengan begitu membuat pemerintah kesulitan untuk mencapai target menciptakan air bersih dan sanitasi yang layak dan aman. Sebab dengan prilaku tersebut akan mengurangi sumber mata air yang bersih akibat pencemaran itu.

“Hal ini tentu menjadi perhatian kita semua, agar semua aspek pembangunan khususnya penyediaan layanan dasar dan perilaku higienis sanitasi perlu kita pastikan keberlanjutannya dalam menerapkan budaya perilaku hidup dan bersih,” ucap Maxi.

BAB Sembarangan Buat Kualitas Air Tercapai

Padahal, ketersediaan sekaligus keberlanjutan air minum dan sanitasi yang layak dan aman telah menjadi salah satu tujuan pembangunan negara yang berkelanjutan sebagaimana disebutkan di dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca juga
Menkes Ungkap 100 Juta Lebih Masyarakat Indonesia Sudah Divaksin

Pemerintah bahkan sudah menargetkan sebesar 100 persen akses air minum menjadi layak dan 15 persen air minum menjadi aman di tahun 2024 mendatang.

Menurut Maxi target tersebut dapat tercapai, apabila seluruh pihak bijak menggunakan air tanah dan berhenti buang air besar sembarangan sebagai bentuk perlindungan pada kualitas air tanah dan lingkungan sekitar.

Dengan demikian, dirinya mengajak seluruh pemerintah daerah untuk dapat mendorong penyediaan air yang aman melalui peningkatan pengawasan, memastikan penerapan manajemen risiko setiap proses penyediaan air minum serta peningkatan edukasi bagi masyarakat untuk memastikan kualitas air minum yang aman.

Baca juga
Kembali Hadir Tahun Ini, Java Jazz Festival Siap Dihelat 27-29 Mei 2022

“Kami juga mengajak masyarakat agar menjaga dan menyediakan air minum, akses air minum yang berkualitas, sampai dengan point of use baik di rumah tangga maupun di seluruh sasaran fasilitas umum, di tempat kerja, tempat pariwisata serta lokasi-lokasi yang strategis,” kata dia.

Tinggalkan Komentar