Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Kuartal II 2022, Laba Bank DKI Melesat 30,64 Persen

Kamis, 01 Sep 2022 - 08:32 WIB
Kuartal II 2022, Laba Bersih Bank DKI Melesat 30,64 Persen

Laporan keuangan audited periode Juni 2022 menyematkan laba Bank DKI melesat 30,64 persen (yoy), menjadi Rp504,90 miliar dari kuartal II 2021 sebesar Rp386,47 miliar.

Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy mengatakan, indikator kinerja keuangan Bank DKI mencatatkan pertumbuhan yang baik. Di mana, total aset bertumbuh 28,99 persen, dari semula Rp56,73 triliun pada kuartal II 2021 menjadi Rp73,17 triliun pada kuartal II 2022,” paparnya.

Selain itu, kata dia, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 20,15 persen pada kuartal II-2022 menjadi Rp43,64 triliun dibanding kuartal II-2021 sebesar Rp36,32 triliun. Pertumbuhan kredit terjadi pada seluruh segmen, dengan pertumbuhan segmen mikro yang tertinggi sebesar 34,77 persen. Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut juga didukung perbaikan kualitas aset Bank DKI yang ditandai dengan penurunan rasio NPL, tercatat 2,26 persen pada kuartal II-2022, atau mengalami perbaikan dibanding kuartal II-2021 sebesar 3,03 persen.

“Bank DKI juga berhasil mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 35,12 persen (yoy) dari semula sebesar Rp44,95 triliun pada kuartal II 2021, menjadi Rp60,73 triliun pada kuartal II 2022. Pertumbuhan DPK tersebut utamanya didorong pertumbuhan dana giro sebesar 30,70 persen dari semula Rp11,07 triliun di kuartal II-2021 menjadi Rp14,47 triliun pada kuartal II-2022,” terang Fidri.

Baca juga
Dukung UMKM Naik Kelas, Bank DKI Salurkan KUR Rp1,15 Triliun

Sementara, Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto menyampaikan, pertumbuhan laba di kuartal II-2022 mencapai 30,64 persen. Penopang utamanya adalah bertumbuhnya pendapatan bunga bersih sebesar 9,68 persen, dari Rp1,30 triliun pada kuartal II-2021 menjadi Rp1,43 triliun pada kuartal II 2022.

Efisiensi beban bunga menjadi faktor utama yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan laba Bank DKI melalui penjagaan tingkat cost of fund berada di level rendah. Fee based income juga memberikan kontribusi positif terhadap laba yang tumbuh 27,97 persen dari Rp206,45 miliar pada kuartal II-2021, menjadi Rp264,19 miliar pada kuartal II 2022. Pencapaian Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) pada kuartal II-2022 tercatat Rp797,24 miliar atau meningkat 26,97 persen ketimbang kuartal II-2021 sebesar Rp627,91 miliar.

Baca juga
Proteksi ASN dari Godaan Pinjol, Bank DKI Galakkan KMG

Romy menyampaikan, berbagai pencapaian kinerja yang dilakukan telah mampu mendorong peningkatan rasio rentabilitas Bank DKI pada kuartal II Tahun 2022. Hal tersebut ditandai dengan pertumbuhan rasio Return on Equity (ROE) yang telah mampu mencatatkan double digit pada kuartal II 2022 sebesar 10,72%, atau meningkat dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 8,69%.

Untuk mendorong pertumbuhan dana murah, kata Romy, Bank DKI terus melakukan pengembangan terhadap berbagai produk digital yang dimiliki sehingga dapat lebih meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bertransaksi. Melalui pengembangan aplikasi New Jakone Mobile, Bank DKI menghadirkan tampilan yang lebih menarik dan user friendly serta fitur yang semakin lengkap, mulai dari pembayaran bermacam tagihan dan belanja online, top up uang elektronik, bersedekah/ berdonasi untuk sesama hingga mengamankan dana darurat melalui pembukaan deposito dan pembukaan rekening tabungan secara online serta transaksi Scan by QRIS.

Baca juga
Genjot Dana Pihak Ketiga, Bank BTN Bidik Pelaku UMKM Surabaya

Adapun sampai kuartal II 2022, pengguna aplikasi JakOne Mobile telah mencapai 1,7 juta pengguna dengan jumlah nominal transaksi mencapai Rp9,1 triliun, serta volume transaksi mencapai 10,8 juta transaksi, diikuti dengan transaksi QRIS yang tumbuh 742% (yoy). “Dengan memberikan pengalaman bertransaksi yang aman, nyaman dan simpel, kami berharap hal tersebut dapat menjaga loyalitas nasabah dalam menggunaan layanan Bank DKI, tambah Romy.

 

Tinggalkan Komentar