Senin, 05 Desember 2022
11 Jumadil Awwal 1444

Kuasa Hukum: Bharada E Konsisten Memberi Kesaksian

Selasa, 06 Sep 2022 - 22:30 WIB
0830 045938 Dbc8 Inilah.com 1600x1066 - inilah.com
Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu saat mengikuti proses rekonstruksi di rumah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). (Foto: Inilah.com/Agus Priatna).

Kuasa Hukum Bharada Richard Eliezer (Bharada E), Ronny Talapessy menegaskan kliennya memberi keterangan terkait perkara pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) secara konsisten. Bharada E merupakan tersangka pembunuhan yang telah menyandang status pelaku yang bekerja sama (justice collaborator) dari LPSK karena memiliki informasi penting dalam mengungkap perkara tersebut hingga eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo ditersangkakan.

Ronny menuturkan, kliennya telah membeberkan peristiwa yang diketahui pada saat Brigadir J dieksekusi di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Duren Tiga, Jaksel, pada 8 Juli 2022 yang lalu. Bharada E bahkan disebut memeragakan reka adegan pada saat rekonstruksi sesuai dengan kesaksiannya.

“Bharada E sudah menyatakan yang sebenar-benarnya tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua yang dilakukan Bharada E pada rekontruksi sesuai dengan apa yang ia pernah sampaikan kepada saya. Dia konsisten dan sesuai,” kata Ronny, di Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Baca juga
Leonardo Sambo, Kakak Ferdy Sambo Jadi Saksi untuk Bharada E

Bharada E disebut memberikan kesaksian bahwa Ferdy Sambo merupakan penembak pertama Brigadir J. Namun Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menyebut yang bersangkutan mengubah keterangannya dan belakangan Polri merilis video animasi yang menunjukkan Ferdy Sambo yang mengenakan sarung tangan hitam dan menenteng senjata api jenis HS penembak terakhir Brigadir J.

Ronny enggan mengonfirmasi soal pernyataan Kabareskrim tersebut. Dia menilai Polri yang lebih berhak menjawab soal itu termasuk soal pernyataan Humas Polri yang menyebut Bharada E telah menjalani uji poligraf.

“Prinsipnya kita konsisten,” tuturnya.

Dia juga menegaskan Bharada E tidak keberatan atau kecewa ketika mengikuti reka adegan dan disebut terdapat adegan yang tidak sesuai dengan pernyataannya. Rekonstruksi yang diikuti Bharada E dan disiarkan oleh TV Polri sempat diselingi iklan Presisi, ketika sedang memeragakan yang bersangkutan hendak menembak Brigadir J di hadapan Jenderal Sambo. “Enggak ada. Dia trauma saja. kalau rekontruksi semua konsisten tidak ada perubahan,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar