Jumat, 02 Desember 2022
08 Jumadil Awwal 1444

Kuasa Hukum Keluarga Beberkan Luka Lilitan di Leher Brigadir J

Rabu, 20 Jul 2022 - 17:26 WIB
C3a2f268 2de6 4f5c 9c93 A994802969d4 - inilah.com
Anggota tim kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak (kiri) dan Johnson Panjaitan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/7/2022). Kamaruddin menunjukkan kepada awak media luka lilitan pada leher Brigadir J atau Nopryansyah Yoshua Hutabarat. Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Dugaan pembunuhan berencana di balik tewasnya Brigadir Polisi J atau Nopryansyah Yoshua Hutabarat menguat. Pasalnya, kuasa hukum keluarga Brigadir J menyebut adanya bekas luka lilitan di bagian leher almarhum.

“Sebelum ditembak kami mendapatkan lagi luka semacam lilitan di leher. Artinya ada dugaan bahwa almarhum Brigadir J ini di jerat dari belakang,” kata anggota tim kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Rabu (20/7/2022).

Menurut Kamaruddin, luka lilitan di leher ini terlihat jelas setelah keluarga memeriksa dengan seksama jenazah Brigadir J. Pemeriksaan berlangsung saat peti berisi jenazah Brigadir J tiba di rumah duka di Jambi, Sabtu (9/7/2022). Menurut keterangan polisi, Brigadir J tewas dalam baku tembak di di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo, Jumat sore (8/7/2022).

Baca juga
Terungkap Momen Ferdy Sambo Eksekusi Brigadir J: Maju, Kokang Senjata, Tembak

“Jadi di dalam lehernya itu ada semacam goresan keliling dari kanan ke kiri seperti ditarik pakai tali dari belakang. Meninggalkan luka memar,” imbuh Kamaruddin.

Ia menjelaskan, tindak pembunuhan berencana ini tak mungkin dilakukan oleh satu orang dan dilatarbelakangi aksi baku tembak.

Sehingga, mencuat dugaan Brigadir J dibunuh oleh beberapa orang secara terencana dan sistematis.

“Oleh karena itu kami yakin bahwa pelaku dugaan tindak pidana ini terencana oleh orang-orang tertentu dan tak mungkin satu orang. Ada yang megang pistol, ada yang jerat leher, ada yang menggunakan senjata tajam, dan sebagainya,” terang Kamaruddin.

Baca juga
Eks Jubir Tolak Jokowi 3 Periode

Adapun kedatangan sang pengacara ke Bareskrim Polri pada Rabu siang guna menghadiri gelar perkara tentang adanya dugaan laporan tindak pembunuhan berencana. Dalam hal ini kuasa hukum mendapat undangan dari Bareskrim Polri, dan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri.

Sebelumnya, polisi menyebut, Brigadir J meregang nyawa dalam baku tembak setelah melecehkan dan menodongkan senjata ke istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi. Brigadir J tewas oleh peluru yang keluar dari pistol Bhayangkara Dua (Bharada) E, ajudan Irjen Ferdy Sambo.

 

 

 

Tinggalkan Komentar