Senin, 05 Desember 2022
11 Jumadil Awwal 1444

Kuatnya Data Ekonomi AS Jadi Penderitaan Harga Emas

Rabu, 31 Agu 2022 - 07:33 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Kuatnya Data Ekonomi AS Jadi Penderitaan Harga Emas - inilah.com
(Foto: iStockphoto.com)

Harga emas rontok pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu (31/8/2022) pagi WIB. Ini memperpanjang penurunan untuk sesi ketiga beruntun.

Harga logam mulia ini tertekan oleh data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. Akan tetapi, pelemahan dolar AS menahan kerugian logam kuning lebih lanjut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh 13,4 dolar AS atau 0,77 persen, menjadi ditutup pada 1.736,30 dolar AS per ounce. Emas berjangka menetap di level terendah sejak akhir Juli.

Emas berjangka turun tipis 0,10 dolar AS atau 0,01 persen menjadi 1.749,70 dolar AS pada Senin (29/8/2022), setelah anjlok 21,60 dolar AS atau 1,22 persen menjadi 1.749,80 dolar AS pada Jumat (26/8/2022), dan terangkat 9,90 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.771,40 dolar AS pada Kamis (25/8/2022).

Baca juga
Emas Dunia Semakin Kinclong, Harga Bisa Tembus Rp28,8 Juta per Ounce

Dolar AS melemah pada Selasa (30/8/2022) karena euro memperoleh momentum. Greenback mundur terhadap euro di tengah ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan memperketat kebijakan moneter lebih agresif dari yang diperkirakan sebelumnya.

Tetapi prospek logam kuning sangat tertekan oleh prospek suku bunga AS yang lebih tinggi. Emas merosot pekan lalu setelah The Fed mengisyaratkan tidak memiliki rencana untuk melonggarkan jalur pengetatan moneternya. Langkah itu mendorong dolar ke puncak 20 tahun, dan juga menaikkan imbal hasil obligasi pemerintah jangka pendek.

Data ekonomi AS positif yang dirilis pada Selasa (30/8/2022) menekan harga emas. Indeks kepercayaan konsumen dari lembaga riset Conference Board naik pada Agustus menjadi 103,2 dari 95,3 pada Juli.

Baca juga
Rupiah Terimbas Positif Kenaikan Agresif Suku Bunga ECB

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa lowongan pekerjaan AS naik secara tak terduga pada Juli, dengan jumlah posisi yang tersedia naik tipis menjadi 11,2 juta, melampaui semua perkiraan dan dari 11 juta yang direvisi pada Juni.

Dalam diskusi dengan Kamar Dagang Regional Huntington di Huntington, Virginia Barat, pada Selasa (30/8/2022), Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin mengatakan: “Kami berkomitmen untuk mengendalikan inflasi dan ada jalan untuk sampai ke sana.”

Dia juga mengakui bahwa resesi adalah risiko yang jelas karena Federal Reserve memperketat kebijakan moneter.

Investor sekarang menunggu data penggajian AS yang akan dirilis pada Jumat (2/8/2022). Kekuatan di pasar tenaga kerja kemungkinan akan memberi The Fed lebih banyak ruang untuk menaikkan suku bunga secara agresif.

Baca juga
Berakhir Menguat, Kenaikan Harga BBM Siap Benamkan Rupiah

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 38,3 sen atau 2,05 persen, menjadi ditutup pada 18,287 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober jatuh 22,2 dolar AS atau 2,6 persen, menjadi ditutup pada 832,10 dolar AS per ounce.

Tinggalkan Komentar