Kudeta Militer di Sudan, Rumah Perdana Menteri Abdullah Hamdok Dikepung

Kudeta Militer di Sudan, Rumah Perdana Menteri Abdullah Hamdok Dikepung  - inilah.com
Sudan Terancam Kudeta (Instagram/@world.war.weird)

Pasukan militer Sudan menetapkan Perdana Menteri Abdullah Hamdok sebagai tahanan rumah setelah mereka mengepung kediaman sang perdana menteri sejak Senin (25/10/2021).

Dilansir Al Jazeera, militer juga menahan sejumlah pemimpin sipil lainnya, yakni Menteri Perindustrian, Ibrahim al-Sheikh, Menteri Informasi, Hamza Baloul, Gubernur Khartoum, Ayman Khalid, penasihat perdana menteri, Faisal Mohammad Saleh, dan juru bicara dewan kedaulatan Sudan, Mohammad al-Fiky Suliman.

Situasi di jalan-jalan kota juga mencekam setelah militer membatasi akses warga. Di sisi lain, Televisi pemerintah Sudan kini sudah menyiarkan lagu-lagu patriotik.

Media lokal menyebutkan, semua pintu masuk ke kota, jembatan, dan jalan-jalan pusat ditutup. Lalu lintas juga benar-benar berhenti.

Baca juga  KNPI Terus Gulirkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Pandemi

Militer juga mengepung bandara ibu kota, melarang akses ke sana. Sementara itu, menurut Al Arabiya, maskapai besar telah menangguhkan penerbangan ke Khartoum sejak dua hari lalu.

Pekan lalu, puluhan ribu orang Sudan berbaris di beberapa kota untuk mendukung pengalihan kekuasaan penuh kepada warga sipil. Mereka menentang kembalinya kelompok militer ke tampuk kekuasaan.

Hamdok sebelumnya menggambarkan perpecahan dalam pemerintahan sementara sebagai “krisis terburuk dan paling berbahaya” yang dihadapi pemerintahan transisi Sudan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) langsung merespon dengan mencap tindakan militer Sudan sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

“Saya sangat prihatin dengan laporan kudeta yang sedang berlangsung dan upaya untuk melemahkan transisi politik Sudan. Laporan penahanan Perdana Menteri, pejabat pemerintah, dan politisi tidak dapat diterima,” kata Volker Perthes, perwakilan khusus PBB untuk Sudan, seperti dikutip AFP, Senin (25/10/2021).

Baca juga  Eks Kader PDIP Gugat Megawati Rp40 Miliar

“Saya meminta pasukan keamanan untuk segera membebaskan mereka yang ditahan secara tidak sah atau ditempatkan di bawah tahanan rumah,” tegas Perthes.

Kekhawatiran juga disuarakan oleh Liga Arab yang  menyatakan ‘keprihatinan’ atas perkembangan di Sudan setelah militer menahan para pemimpin sipil dan menteri dalam pemerintahan transisi.

Mereka mendesak semua pihak untuk mematuhi kesepakatan pembagian kekuasaan Agustus 2019 yang menguraikan transisi setelah penggulingan Presiden Omar al-Bashir.

Tinggalkan Komentar