Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Kurangi Barang Impor, Jokowi Janjikan Insentif untuk Industri Ini

Selasa, 29 Nov 2022 - 15:25 WIB
Presiden Jokowi dorong insentif untuk industri yang menghasilkan produk substitusi impor, Jakarta, Selasa (29/11/2022). (Foto: Setneg).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menunjukkan komitmen mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Kali ini, Presiden Jokowi memerintahkan seluruh jajaran pemerintahan untuk tidak pelit memberikan insentif kepada investor dan industri penghasil barang substitusi impor.

“Berikan insentif bagi investor dan industri yang mengembangkan dan memproduksi produk substitusi impor,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan secara daring dalam Rapat Koordinasi Monitoring Evaluasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 di Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Inpres Nomor 2/2022 terkait dengan percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan produk Usaha Mikro Kecil (UMK) dan koperasi dalam menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) pada pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah

Baca juga
Jokowi: G20 Harus Jadi Bagian Solusi Atasi Kesenjangan Vaksin COVID-19

Pemberian insentif, kata Jokowi, menjadi salah satu dari empat langkah meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Langkah lainnya, lanjut Jokowi, adalah perlu peningkatan produk dalam negeri yang memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Kemudian, ujarnya, perlu ada percepatan proses digitalisasi untuk peningkatan penyerapan produk dalam negeri dan produk UMK dan koperasi. Dalam langkah tersebut, turut juga termasuk penggunaan kartu kredit pemerintah pusat dan daerah dalam pengadaan barang dan jasa.

Langkah lainnya adalah peningkatan riset untuk menciptakan industri yang mampu mensubstitusi produk impor. Dengan meningkatnya penggunaan produk dalam negeri, kata Jokowi, maka akan bertambah lapangan kerja dan menjadi stimulus bagi industri-industri kecil. “Sehingga perekonomian nasional akan terus bergerak dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Jokowi.

Baca juga
Prabowo Luruskan Konteks Ucapan Jokowi soal Restu dan Mendukung

Menurut data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP), capaian penggunaan produk dalam negeri sudah mencapai angka Rp547 triliun atau 44,9 persen. Porsi 44,9 persen itu, kata Presiden Jokowi, sebuah pencapaian yang cukup baik karena sudah melewati target yang dicanangkan sebesar 40 persen.
“Tapi belanja produk dalam negeri tahun 2023, harus lebih tinggi lagi,” kata Jokowi.

 

Tinggalkan Komentar