Minggu, 26 Juni 2022
26 Dzul Qa'dah 1443

Laba Bersih Meroket 1000 Persen, TMAS Tebar Dividen Rp500 Miliar

Jumat, 10 Jun 2022 - 13:42 WIB
Laba Bersih Meroket 1000 Persen, TMAS Tebar Dividen Rp500 Miliar
PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. Foto: Istimewa

PT Temas Tbk atau TMAS mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan laba bersih yang cukup signifikan di 2021. Tercatat laba bersih TMAS meroket hingga 1000 persen dari yang sebelumnya Rp62,78 miliar menjadi Rp695,69 miliar atau meroket 1008,01 persen.

Dengan hasil yang fantastis ini, TMAS membagikan dua kali dividen kepada para pemegang saham yang mereka lakukan pada Januari dan Juli 2022.

Sekretaris Perusahaan TMAS Marthalia Vigita menjelaskan, perseroan telah menyepakati pembagian dividen lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (9/6/2022). Dia mengatakan, dana dividen yang akan perseroan bagikan sebesar Rp500 miliar dari laba bersih tahun 2021 sebesar Rp697,21 miliar.

Baca juga
Indonet Catatkan Laba Bersih Rp123,9 Miliar di Tahun 2021

“Jadi per lembar saham mendapatkan Rp87,64 per saham,” ungkap Marthalia dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Dia menambahkan, perseroan juga sebelumnya sudah membagikan dividen interim pada Januari 2022 sebesar Rp21,81 persen per saham. Sehingga investor akan menerima sisa dana sebesar Rp65,75 per saham. Sementara itu, pembayaran dividen akan perusahaan lakukan pada 13 Juli 2022.

Direktur Keuangan TMAS Ganny Zheng menjelaskan, pembagian dividen perusahaan bagikan karena pendapatan perseroan cukup baik.

Adapun, secara umum dividend payout ratio perusahaan pun sejauh ini cukup tinggi.

“Untuk dividend payout secara rata-rata 25 persen tapi untuk sekarang memang kita melihat dari tahun 2020 dan 2021 sampai sekarang kira-kira hampir 50 persen. Dana yang tersedia di perusahaan cukup banyak,” ungkap Ganny.

Baca juga
Inalum Ketiban ‘Durian Runtuh’ dari Dividen Antam

Komisaris Independen TMAS Theo Lekatompessy menjelaskan, 50 persen merupakan ambang batas tertinggi untuk pembagian dividen.

Theo menjelaskan, perusahaan memutuskan untuk melakukan sedikit policy dividend yang lebih agresif daripada 25 persen karena memberikan kompensasi kepada pemegang saham minoritas.

Selain itu, investasi berlebihan pada masa pandemi COVID-19 sudah tidak perlu lagi.

“Keseimbangan ini dijaga, kalau dilihat memang kelihatannya agresif tapi kalau dilihat dari keputusan multiaspek mungkin keseimbangan dividen ini bisa lebih diterima,” terang Theo.

Merujuk laporan keuangan perusahaan, pada tahun 2021 lalu TMAS membukukan pendapatan sebesar Rp3,37 triliun. Catat ini naik sebesar 26,26 persen secara tahunan atau year on year (yoy) ketimbang tahun 2020 sebesar Rp2,66 triliun.

Tinggalkan Komentar