Lagi Asyik Tidur di Hotel, Tiga Orang Digerebek Polisi

Tiga orang diduga kuat bagian dari komplotan pengedar uang palsu ditangkap saat menginap di salah satu hotel di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Masing-masing berinisial AN (48), JS (47) dan SD (49). Kini tiga sekawan itu ditahan di sel tahanan Mapolres Trenggalek berikut barang bukti uang palsu pecahan Rp100 ribuan sebanyak 1.259 lembar.

“Untuk AN berasal dari Provinsi di Sumatera, untuk JS dari Provinsi Jawa Tengah dan SD berasal dari Provinsi DKI Jakarta,” kata Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatkputera di Trenggalek, Jumat (10/12/2021).

Dijelaskan, polisi awalnya menangkap dua pelaku berinisial AN dan JS yang baru saja beraksi mengedarkan uang palsu di wilayah Kabupaten Jombang. Keduanya lalu berpindah ke Trenggalek, namun belum sempat menggunakan uang palsu karena keburu tertangkap polisi.

Baca juga  Banyak Utang SMI Malah Bangga, Sebut PengkrItiknya tak Paham Neraca

“Dari tangan kedua tersangka, kami amankan 310 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu. Kemudian kami kembangkan dan melakukan penangkapan terhadap tersangka SD di Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan mendapati barang bukti uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 1.249 lembar,” lanjut Dwiasi.

Selain ribuan uang palsu pecahan Rp100 ribu, petugas juga menyita beberapa lembar uang dolar AS yang diduga uang palsu. Namun, petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan keasliannya.

“Selain mengamankan uang palsu dalam bentuk rupiah, kami juga amankan beberapa lembar black money dolar atau bahan baku menjadikan mata uang dolar ” paparnya.

Baca juga  Diperiksa 6 Jam, Haris Azhar-Fatia Dicecar 37 Pertanyaan

Dwiasi menambahkan, dari pengakuan SD, uang palsu itu didapat dari seorang yang diduga sebagai pemasok uang palsu. Pria yang kini masuk dalam daftar pencarian orang itu berasal dari Provinsi Jawa Barat.

Ia menegaskan tiga pelaku yang diamankan adalah sebagai pengedar. Saat ini petugas masih mendalami kasus tersebut. Status ketiga pelaku kini telah dinaikkan menjadi tersangka dan dijerat pasal 36 ayat (3) jo pasal 26 ayat (3) sub pasal 36 ayat (2) jo pasal 26 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.

Tinggalkan Komentar