Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Lagi, Bus Transjakarta Tabrak Trotoar

Lagi, Bus Transjakarta Tabrak Trotoar

Bus TransJakarta mengalami kecelakaan tunggal karena menabrak trotorar di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur, Jumat pagi.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Edy Surasa mengatakan, kejadian kecelakaan pada sekitar pukul 09.00 WIB, diduga karena sopir kehilangan konsentrasi.

Bus TransJakarta dengan nomor bodi SAF 005 itu melaju dari arah Klender menuju ke Bekasi. “Dari arah Citra Mall ke arah Cakung Bekasi. Tidak ada korban jiwa,” ujar Edy Surasa di Jakarta, Jumat (11/2/2022).

Eddy menjelaskan, kondisi sekitar lokasi kejadian sudah diamankan. Bus Transjakarta yang mengalami kecelakaan tunggal juga sudah dievakuasi. “Di lokasi kecelakaan, kami mengatur arus lalu lintas guna mengurai kemacetan,” tutur Edy.

Baca juga
Foto: Dampak Kenaikan Harga Bahan Bakar Gas bagi Tarif Transjakarta

Insiden kecelakaan sering terjadi. Banyak Faktor yang menyebabkan kecelakaan ini. Namun human error menjadi salah satu penyebabnya.

Selain itu, postur Sopir yang tak sesuai spesifikasi dari bus juga jadi penyebab maraknya kecelakaan bus Transjakarta. Sebab Transjakarta menggunakan bus yang berasal dari Eropa sehingga menyesuaikan postur orang Eropa.

“Postur tubuh jadi salah satu penyebab tabrakan pos polantas. Jadi ada area blank spot dan membuat pengemudi tidak melihat secara keseluruhan. Ini yang mengakibatkan pengemudi menabrak separator, motor,” Ketua Komisi Dewan Keselamatan Transportasi Jakarta (DTKJ) Prayudi.

Dia mengatakan, Transjakarta perlu memodifikasi kembali desain mobil yang sudah ada khususnya yang berasal dari Eropa. Modifikasi ini untuk menyesuaikan postur badan dari pengemudi atau sopir yang ada di Indonesia.

Baca juga
Ditelepon Jokowi, Zelenskyy Minta Indonesia Kirim Senjata untuk Lawan Rusia

DTKJ mengaku sepanjang 2021 ini setidaknya ada 508 kecelakaan yang terjadi pada transportasi Transjakarta. Data ini karena Transjakarta adalah transportasi yang paling sering mengalami kecelakaan.

Prayudi mengatakan, pihaknya juga sudah merekomendasikan pada Transjakarta untuk mengevaluasi jam kerja para sopir atau pramudi mereka. Hal ini karena faktor lain penyebab kecelakaan adalah akibat sopir.

Tinggalkan Komentar