Lahirnya Kolaborasi Lewat Rasa

Lahirnya Kolaborasi Lewat Rasa - inilah.com

Jakarta menjadi kota kolaborasi ternyata bukan hanya sekedar cita-cita. Tetapi Jakarta memang sudah memiliki sejarah panjang dalam kolaborasi di segala bidang.

Kolaborasi memang bisa dilihat dalam bentuk apapun.

Mereka adalah Abenk Alter, Febian Sumaputra, dan Adi Dharma. Tiga anak muda kreatif itu mengupas tentang seluk beluk bentuk dari sebuah kolaborasi.

Dipandu oleh Novrizal Pratama, tema yang diangkat pada hari pertama gelaran Jakarta Metaverse kali ini adalah Why you should collaborate. Money or fame?

Awal Mula Kolaborasi Lahir

Karya-karya yang lahir dari bentuk kolaborasi tidak asal begitu saja keluar.

Perlu adanya kerjasama antara kedua belah pihak untuk saling mendukung satu sama lain.

Baca juga  Makan Soto Cukup Bayar dengan Doa

Adi Dharma mengaku, sebuah kolaborasi akan terjadi ketika satu sama lain saling suka.

“Kalau sudah saling suka kan nanti bisa jadian. Terjadi kaya chemistry untuk menciptakan hal yang baru. Saling bisa melunturkan ego masing-masing. Kemudian lahir sebuah karya,” kata Adi Dharma saat bincang Jakarta Metaverse, Jakarta, Jumat, (27/08/2021).

Adi Dharma adalah seorang senimal yang sangat dikenal melahirkan beragam mural. Seniman Grafiti yang dikenal dengan nama Stereoflow itu pernah menggagas Mural untuk Jakarta.

Salah satu karyanya terpampang di tembok berukuran 20×15 meter di sekitar MRT Cipete Raya, Jakarta Selatan.

Karya Sebagai Identis Diri

Baca juga  Aksi Humanis Bripka Hamsun Gendong Penyandang Disabilitas

Menciptakan sebuah karya adalah dengan melalui sebuah proses untuk menunjukkan identitas diri.

Terkadang, bertemu dengan orang yang baru kemudian merasa langsung cocok dan tersambung satu sama lain, merupakan awal mula dari sebuah kolaborasi.

Itu yang dirasakan Abenk Alter ketika melahirkan sebuah karya.

Abeng Alter memiliki nama lengkap Rizqi Rizaldi Ranadireksa. Lahir pada 28 Februari 1985, dia dikenal sebagai penyanyi dan seniman asal Indonesia. Tidak sedikit kolaborasi yang dihasilkan dari tangan dinginnya.

“Kolaborasi mural beberapa kali. Ya memang kolaborasi pada akhirnya mengajarkan kita untuk mengerjakan hal-hal yang tidak biasa kita kerjakan. Ini untuk nge-push kita juga untuk menemukan medium baru,” ungkap Abeng.

Potret Jakarta jadi Inspirasi

Baca juga  Hyundai Kolaborasi dengan Seniman Lokal Kelas Dunia

Febian Sumaputra memiliki rasa dan konsisten dalam sebuah karya. Dia mengemas karakter kota Jakarta dalam karyanya. Misalnya yang digagas dalam sebuah produk kaos Jakarta VS Everybody.

Mengapa dia mengambil hal yang sangat dekat dengan Jakarta? Karena menurut Febian, dia lebih mengambil street culture yang dirasakan selama ini.

“Kalau merepresentasikan Jakarta seperti kalau kita ke luar kota atau ke luar negeri pasti menginginkan sesuatu yang mempresentasikan sebuah kota itu. Kita bikin itu,” ujar Febian.

Tinggalkan Komentar

Lahirnya Kolaborasi Lewat Rasa

Lahirnya Kolaborasi Lewat Rasa  - inilah.com

Jakarta menjadi kota kolaborasi ternyata bukan hanya sekedar cita-cita. Tetapi Jakarta memang sudah memiliki sejarah panjang dalam kolaborasi di segala bidang.

Kolaborasi memang bisa dilihat dalam bentuk apapun.

Mereka adalah Abenk Alter, Febian Sumaputra, dan Adi Dharma. Tiga anak muda kreatif itu mengupas tentang seluk beluk bentuk dari sebuah kolaborasi.

Dipandu oleh Novrizal Pratama, tema yang diangkat pada hari pertama gelaran Jakarta Metaverse kali ini adalah Why you should collaborate. Money or fame?

Awal Mula Kolaborasi Lahir

Karya-karya yang lahir dari bentuk kolaborasi tidak asal begitu saja keluar.

Perlu adanya kerjasama antara kedua belah pihak untuk saling mendukung satu sama lain.

Baca juga  Tak Bisa Bermain dan Sekolah Remaja Putri Kurung Diri Selama Hidup

Adi Dharma mengaku, sebuah kolaborasi akan terjadi ketika satu sama lain saling suka.

“Kalau sudah saling suka kan nanti bisa jadian. Terjadi kayak chemistry untuk menciptakan hal yang baru. Saling bisa melunturkan ego masing-masing. Kemudian lahir sebuah karya,” kata Adi Dharma saat bincang Jakarta Metaverse, Jakarta, Jumat, (27/08/2021).

Adi Dharma adalah seorang senimal yang sangat dikenal melahirkan beragam mural. Seniman Grafiti yang dikenal dengan nama Stereoflow itu pernah menggagas Mural untuk Jakarta.

Salah satu karyanya terpampang di tembok berukuran 20×15 meter di sekitar MRT Cipete Raya, Jakarta Selatan.