Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Langkah Membangun Branding Digital Produk Agar Dikenal

Selasa, 08 Nov 2022 - 08:54 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Digital Marketing Concept, Online Advertisement, Ad On Website And Social Media - inilah.com
Ilustrasi Digital marketing (Foto: istock)

Membangun sebuah brand atau merek tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan ketekunan dan keahlian, terutama kecakapan digital, agar brand cepat dikenal dan menancap di ingatan audiens. Selain memanfaatkan jasa influencer, pemanfaatan berbagai platform digital cukup ampuh untuk mendongkrak brand di depan audiens.

Demikian kesimpulan dalam webinar yang bertema “Membangun Merek di Dunia Digital”,  baru ini di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. Webinar ini menghadirkan narasumber, yaitu Relawan TIK Jawa Barat Satria Andika Al Rasyid; pengajar Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Rocky Prasetyo Jati; serta dosen Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta Riski Damastuti.

Apa yang harus dilakukan untuk membangun brand di era digital? Begitu pertanyaan awal yang dilontarkan Riski Damastuti mengawali presentasinya. Menurut dia, ada lima elemen penting untuk membangun brand di era digital. Yang pertama sekali adalah mengenai riset. Riset dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan pasar, kompetitor, dan target audiens.
Kedua, lanjut Riski, adalah merancang elemen brand dan dilanjutkan dengan memilih platform digital yang sesuai sebagai elemen ketiga. Elemen keempat adalah membuat konten yang relevan yang disesuaikan dengan tujuan branding. Adapun elemen terakhir adalah rutin melakukan evaluasi.

Baca juga
5 Tips UMKM Pakai SEO Agar Cuan di Ruang Digital

“Terkait konten yang relevan, ingat prinsip jangan membuat hoaks. Patut diingat pula bahwa membangun sebuah brand bukanlah proses yang instan. Dibutuhkan proses panjang dan ketekunan lewat kecakapan digital,” ucap Riski dalam keterangannya, Selasa (8/11/2022).

Senada dengan Riski, Satria Andika menambahkan, agar brand dikenal konsumen, harus ditentukan terlebih dahulu pesona brand tersebut. Beberapa pesona yang dapat ditonjolkan adalah keramahan, kehangatan, dan keterjangkauan. Selain itu, sebuah brand harus unik dan mudah sekali diingat. Sebuah brand juga harus konsisten dari segi penyampaian pesan atau konten ke audiens.

“Namun, ada hal yang tidak boleh dilakukan dalam membangun sebuah brand, yaitu tidak membangun website dan tidak melakukan evaluasi. Fungsi evaluasi adalah mendapat hasil analisis dan laporan untuk mengetahui seberapa efektif strategi pemasaran yang sudah dijalankan,” ucap Satria.

Baca juga
Berekspresi di Ruang Digital Bukan Bablas Tanpa Batas

Sementara itu, Rocky Prasetyo Jati menuturkan, untuk mengenalkan sebuah brand ke masyarakat bisa juga dilakukan dengan memanfaatkan jasa influencer. Namun, tentu saja upaya pengenalan brand sudah dilakukan sebelumnya lewat beragam platform media sosial yang ada. Selain itu, dibutuhkan biaya tersendiri untuk menggunakan jasa influencer tersebut.

“Tren branding saat ini adalah membuat konten video sendiri, menyusun storytelling, menyesuaikan konten dengan segmen audiens, dan membangun interaksi yang intensif dengan audiens,” ucap Rocky.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.

Tinggalkan Komentar