Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

LaNyalla dan Etho Daftar Jadi Ketua Umum PSSI, Begini Tanggapan Menpora

Minggu, 15 Jan 2023 - 19:37 WIB
PSSI
Ketum PSSI Mochamad Iriawan (ketiga dari kiri) dan Menpora Zainuddin Amali (kedua dari kiri) dalam acara Kongres Biasa PSSI, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (15/1/2023). (Foto: Inilah.com/Dea Hardianingsih)

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali menanggapi pencalonan Ketua DPD LaNyalla Mattalitti dan Menteri BUMN Erick Thohir (Etho) sebagai calon ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Zainuddin menyebut proses pemilihan ketua umum masih panjang. Sebab, ketua umum PSSI baru akan ditentukan pada Kongres Luar Biasa.

“Kan sudah mendaftar. Tunggu saja. Kita tunggu saja. Ini kan Komite Pemilihan dan Komite Banding baru mau disahkan, tunggu saja. Hari-hari berikutnya kan masih panjang waktunya,” kata Zainuddin di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (15/1/2023).

Sejauh ini, sudah ada dua nama yang mendaftar untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI. Pada Jumat (13/1/2023), Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti mendatangi Kantor PSSI, GBK Arena untuk mendaftarkan dirinya.

Baca juga
Visi 10 Besar Bank Syariah Dunia, Menteri Erick Buka Kerja Sama Strategis BSI-IsDB

LaNyalla mengaku ada sebuah keterpanggilan dari para voters atau pemilih yang kala itu memenangkan dirinya pada pertarungan bursa Ketum PSSI periode 2015-2019.

“Saya masih punya utang untuk menyelesaikan tugas-tugas saya, yang dibawa oleh para voter yang meminta saya sebagai ketua umum (tahun 2015) 94 suara ini,” ujar LaNyalla ketika menyerahkan berkas pencalonannya sebagai Ketua Umum PSSI di GBK Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (13/1/2023).

Kemudian, Menteri BUMN Erick Thohir juga melakukan hal yang sama pada hari ini. Dia datang ke Kantor PSSI bersama Direktur Utama Persis Solo Kaesang Pangarep, Pemilik RANS Nusantara FC Raffi Ahmad, Atta Halilintar hingga Baim Wong.

Baca juga
Punya Utang Rp189 Triliun Garuda Urung Disuntik Mati, Malah Diguyur Rp7,5 Triliun

Erick menilai perbaikan tata kelola Indonesia akan memberikan efek prestasi yang konsisten pada tim nasional saat melakoni laga-laga internasional.

“Kita punya sumber daya yang besar, infrastruktur yang kuat, masyarakat yang begitu gila bola. Tinggal bagaimana kita membangun harmoni seluruh elemen dalam membebani sepak bola dalam negeri, kuncinya cuma satu, nyali, berani apa tidak?” ucap Erick.

Tinggalkan Komentar