Kamis, 18 Agustus 2022
20 Muharram 1444

Lapangan Banteng Optimis Ekonomi Akhir 2021 Tembus 5,1 Persen

Rabu, 12 Jan 2022 - 18:58 WIB
Lapangan Banteng Optimis Ekonomi Akhir 2021 Tembus 5,1 Persen

Meski ada Omicron, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap optimis pertumbuhan ekonomi di triwulan IV-2021 melesat ke level 5,1 persen. Pemulihan ekonomi disebut on the track.

“Secara keseluruhan pada 2021 akan mencapai 3,7 persen,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu dalam Taklimat Media–Tanya BKF yang bertajuk “Dinamika Ekonomi Terkini dan Strategi Kebijakan Fiskal” di Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Dia menegaskan, arah kebijakan fiskal ke depan akan meneguhkan komitmen konsolidasi fiskal dan menjaga efektivitas reformasi fiskal. Konsolidasi fiskal yang dijalankan yakni mengembalikan defisit APBN ke level maksimal tiga persen pada 2023, rasio utang terkendali, neraca transaksi berjalan menuju positif, serta kerentanan fiskal terkendali. “Kami cukup nyaman dengan kondisi sekarang sehingga fiskal juga cukup bisa untuk mendukung pemulihan perekonomian kita secara kuat,” ungkap Febrio.

Baca juga
Ingin Ekonomi Melesat, Menko Airlangga Dorong Percepatan Penyelesaian 218 Proyek Infrastruktur di Jatim Senilai Rp294 Triliun

Febrio menuturkan, reformasi fiskal dilanjutkan melalui reformasi perpajakan, kebijakan spending better, pembiayaan inovatif dengan memberdayakan peran swasta hingga Lembaga Pengelola Investasi (LPI), dan manajemen kas yang lebih baik.

Tahun ini, ekonomi diharapkan terus meningkat ke level 5,2 persen, namun dengan selalu mengantisipasi risiko yang sedang dihadapi, khususnya COVID-19 varian baru seperti Omicron.

Meski begitu, Febrio meyakini, APBN 2022 sangat aman dan kuat, untuk mengantisipasi berbagai risiko tersebut. Khususnya dengan performa yang sangat baik pada 2021 di mana penerimaan negara mencapai 20 persen di atas target.

“Itu adalah kondisi yang kami syukuri karena banyaknya perbaikan tren perekonomian membaik, serta harga komoditas yang juga mendukung. Jadi kami manfaatkan situasi yang baik ini untuk mendukung pemulihan ekonomi, namun tetap memastikan masyarakat tetap terlindungi khususnya yang miskin dan rentan,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar