Jumat, 20 Mei 2022
19 Syawal 1443

Laporkan Ubedillah, Bos Joman Ditantang Turunkan Harga Pupuk

Laporkan Ubedillah, Bos JoMan Ditantang Turunkan Harga Pupuk

Aktivis 98, Uchok Sky Khadafi menyarankan Ketum Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer tidak perlu cawe-cawe urusan hukum. Lebih baik fokus benahi mahalnya harga pupuk yang dikeluhkan petani.

Pernyataan Uchok ini menanggapi aksi pelaporan Immanuel terhadap Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya, pekan lalu. Langkah Immanuel ini merupakan reaksi atas pelaporan Ubedillah ke KPK, terkait dugaan KKN dua putera Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya sama dia (Immanuel) berkawan, sama-sama Forkot pas 1998. Jadi, saya sarankan Noel sebagai komut anak usahanya Pupuk Indonesia, fokus saja ke urusan pupuk. Ennggak perlu ikutan urusan lapor-melapor. Kasihan petani harus beli pupuk dengan harga mahal,” papar Uchok kepada Inilah.com, Jakarta, Senin (17/1/2022).

Baca juga
Imbas Lepas Kendali, Mobil Masuk Jurang Sedalam 20 Meter di Kepahiang

Masih kata Direktur Eksekutif Center of Budget Analysis (CBA) ini, Noel sapaan akrab Immanuel Ebenezer, perlu mengingat kembali garis perjuangan aktivis 98 yakni anti KKN. “Bukan malah memusuhi kawan-kawan yang konsisten melawan KKN. Termasuk membela petani yang saat ini kesusahan karena pupuk mahal,” tuturnya.

Kalau Noel tidak mampu menyelesaikan sengkarut harga pupuk nan tinggi, Uchok menyarankannya mundur saja dari posisi komisaris utama PT Meta Elektra, anak usaha holding PT Pupuk Indonesia (Pesero). “Mending mundur dari Komut Meta Elektra. Urusan pupuk kan asin, cari yang manis dikit. Misalnya jadi bos perusahaan pisang Kaesang, mantap,” ungkapnya.

Baca juga
Misteri Listiarini Terjawab, Wanita yang Mundur dari Direksi Pupuk Pilih Berpolitik

Sekedar informasi, sejak 25 Agustus 2020, Noel adalah komisaris PT Meta Elektra (ME). Kemudian pada Juni 2021, dia naik kelas menjadi komut ME, menggantikan Baran Wirawan, sekretaris Mentan Suswono periode 2009-2014.

Ihwal mahalnya pupuk, pekan lalu, Serikat Petani Indonesia (SPI) merilis kenaikan harga pupuk nonsubsidi hingga 100%. kenaikan ini sudah terjadi sejak Oktober 2021.

Sebut saja pupuk urea yang per sak, isi 50 kilogram, dibanderol Rp280 ribu. Pada pekan pertama Januari 2022, harganya mencapai Rp560 ribu per sak. padahal, harga normalnya Rp265 ribu hingga Rp285 ribu per sak. Harga pupuk NPK Mutiara juga mengalami kenaikan signifikan, sekitar Rp600 ribu per sak. harga sebelumnya Rp400 ribu per sak.

Baca juga
Didampingi Anies, Jokowi Dukung Formula E

 

Tinggalkan Komentar