Lawatan 3 Negara, Jokowi Pilih Naik Garuda Ketimbang Pesawat Kepresidenan, Lebih Irit?

Lawatan 3 Negara, Jokowi Pilih Naik Garuda Ketimbang Pesawat Kepresidenan, Lebih Irit? - inilah.com
Pesawat Kepresidenan nganggur

Demi efisiensi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih naik pesawat B777-300 ER milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk lawatan kenegaraan ke 3 negara. Benarkah?

Kepada Inilah.com, Sabtu (30/10/2021), pakar penerbangan Alvin Lie memberikan sejumlah informasi. “Kalau pakai BBJ2 (Pesawat Kepresidenan), hanya mampu terbang nonstop maksimal 10.000 kilometer. Sehingga untuk ke Eropa harus transit, isi bahan bakar. Jadi memang tidak praktis,” terang Alvin.

Beda jauh dengan Boeing B777-300 ER yang mampu terbang nonstop hingga 13.650 kilometer, sehingga perjalanan dari Jakarta bisa langsung ke Eropa (Italia).

Bagaimana dengan konsumsi bahan bakar (avtur)? Menurut Alvin, lebih boros Boeing B777-300 ER. Di mana, konsumsi bahan bakar untuk Boeing B777-300 ER mencapai 7.500 kilogram per jam, atau sekitar 9.300 liter per jam.  Sedangkan pesawat kepresidenan (BBJ2), konsumsi bahan bakarnya 2.600 liter per jam.

Baca juga  Ibu Kota Pindah, Kereta Cepat China Bakal Kosong

Sedangkan soal protokol kesehatan (prokes), menurut mantan anggota Ombudsman RI ini, seluruh airlines sama kepatuhan prokesnya. Semuanya menyesuaikan dengan standar internasional serta peraturan nasional yang berlaku.  

“Pesawat B777-300ER Garuda statusnya dicharter presiden. Tentunya tidak hanya soal prokes, tapi juga aspek keamanan disesuaikan dengan standar protokol kepresidenan,” pungkasnya.
    
Mengingatkan saja, Presiden Jokowi menggunakan pesawat Garuda untuk terbang ke tiga negara, yakni Italia, Inggris Raya, dan Uni Emirat Arab. Pada Jumat (29/10/2021), Jokowi bertolak dari Jakarta menuju Roma untuk menghadiri KTT G20.
Dari Roma, Presiden Jokowi meneruskan perjalanan Glasgow, lanjut ke Abu Dhabi dan Dubai.

Baca juga  Utang Menggunung Nyaris Rp6.000 Triliun, CORE Indonesia: Jangan Terlalu Apriori

Dalam perjalanan ini, Jokowi ditemani sejumlah menteri sehingga perlu pesawat yang berbadan lebar. para menteri yang diangkut adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan, Menteri BUMN Eerick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah berangkat duluan.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono menjelaskan, pemilihan pesawat Garuda telah dipertimbangkan secara matang, seperti efisiensi waktu, penghematan anggaran, dan juga protokol kesehatan.

“Dengan menggunakan pesawat berbadan lebar ini, perjalanan menuju Roma selama 13 jam ini bisa dilakukan langsung tanpa perlu transit. Bila kita menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ, kita harus transit. Dan ingat, ini adalah kunjungan kerja pertama Bapak Presiden ke luar negeri di masa pandemi, kami harus sangat berhati-hati dalam menjalankan protokol kesehatan, termasuk pertemuan tatap muka di saat transit,” ujar Heru, Jumat (29/10/2021).

Baca juga  Ragukan Megawati Pimpin BRIN, Kader PDIP Tidak Terima

Dia melanjutkan, apabila Presiden dan rombongan harus transit, maka persiapan pelaksanaan protokol kesehatan harus dijalankan dengan baik, seperti sterilisasi ruang tunggu, tes PCR untuk pramusaji di tempat transit, dan juga makanan dan minuman yang disajikan harus dipastikan dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Tinggalkan Komentar