Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Layanan Kereta Api China Terpukul Lonjakan Kasus Omicron

Rabu, 13 Apr 2022 - 15:01 WIB
Kereta China
(ist)

Penyedia jasa layanan kereta api di China terpukul oleh lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron yang menyebar ke beberapa kota besar di negara berpenduduk sekitar 1,4 miliar jiwa itu.

Saat ini jumlah penumpang 3.000 orang per hari, kurang dari 30 persen dari kapasitas normal, demikian operator kereta api China dalam rilisnya, Selasa (12/4/2022).

Untuk mengimplementasikan protokol kesehatan, operator kereta api di China membatasi penjualan tiket di beberapa kota berisiko COVID-19.

Penangguhan atau pengurangan jadwal keberangkatan kereta api dari wilayah terdampak COVID-19 juga dimaksimalkan.

Waktu pemesanan tiket juga disesuaikan dari 15 hari menjadi lima hari.

Baca juga
Usai Liburan Dua Minggu dari Turki, Ashanty Dikabarkan Positif Omicron

Para penumpang kereta api juga diperiksa suhu tubuh, pengaturan di ruang tunggu di stasiun, dan jarak kursi antarpenumpang di dalam kereta.

Pihak China Railway juga menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa penumpang kereta api yang berangkat dari daerah dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi tidak boleh memasuki wilayah Beijing.

Namun, pihak penyedia jasa kereta api tersebut memberikan pelayanan untuk para personel kesehatan dan kebutuhan medis dari berbagai kota ke kota-kota yang terkena dampak terparah COVID-19, seperti Shanghai, Jilin, dan Hong Kong.

Sejak Maret lalu, 39 rangkaian kereta api yang mengangkut bantuan personel dan peralatan medis diberangkatkan dari China daratan ke Hong Kong.

Baca juga
Sang Macan dari Chery Siap Ramaikan Pasar Otomotif Nasional di Tahun Macan

Lebih dari 8.000 personel kesehatan dan sekitar 30.000 ton kebutuhan medis juga telah diangkut kereta api dari berbagai kota ke Shanghai.

Di China dilaporkan terdapat penambahan 1.513 kasus positif COVID pada Selasa kemarin. Pada hari itu juga terdapat 26.525 kasus tanpa gejala.

Sejak COVID-19 melanda sampai saat ini di China tercatat 168.362 kasus positif dan 4.638 kasus kematian, demikian Komisi Kesehatan Nasional setempat (NHC), Rabu (13/4/2022).

Tinggalkan Komentar