Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Lazio vs AC Milan: Laga Memburu Kebangkitan

Selasa, 24 Jan 2023 - 12:02 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Pedro berdebat dengan Theo Hernandez dari AC Milan saat pertandingan Serie A antara AC Milan dan SS Lazio di Stadio Giuseppe Meazza pada 12 September 2021 di Milan, Italia. (Foto: Getty Images)
Pedro berdebat dengan Theo Hernandez dari AC Milan saat pertandingan Serie A antara AC Milan dan SS Lazio di Stadio Giuseppe Meazza pada 12 September 2021 di Milan, Italia. (Foto: Getty Images)

AC Milan tengah terpuruk dengan rentetan hasil negatif, yakni hanya menang sekali, imbang dua kali, dan kalah dua kali dalam tiga kompetisi. Oleh karena itu, Rossoneri harus segera kembali ke jalur kemenangan saat menghadapi Lazio pada pekan ke-19 Serie A Liga Italia di Stadion Olimpico, Roma, Rabu (25/1/2023) dini hari WIB. Jika tidak, dalam Lazio vs AC Milan keduanya bakal semakin terpuruk, terutama dalam perburuan gelar scudetto alias juara Serie A.

”Kejuaraan belum berakhir. Dengan menunjukkan motivasi besar, Milan bisa membuat semua orang terdiam. Yang pasti, mereka butuh ide dan kerja keras, bukan uang, untuk berubah. Pioli (pelatih Milan Stefano Pioli) dikenal karena berhasil membangun tim dengan ide, kemurahan hati, kesopanan, dan kemauan kuat. Dia harus mengelola kembali tim seperti itu,” ujar mantan pelatih Milan Arrigo Sacchi kepada La Gazzetta dello Sport, Senin (23/1/2023).

Performa Milan jauh lebih rentan jika membandingkan dengan awal tahun lalu. Setelah menang 2-1 atas tuan rumah Salernitana pada pekan ke-16, 4 Januari, juara bertahan Serie A itu kembali imbang 2-2 tim tamu AS Roma pada pekan ke-17, 9 Januari. Selang tiga hari kemudian, mereka justru tersingkir dari 16 besar Piala Italia karena kalah 0-1 dari tim tamu Torino.

Milan nyaris kalah melawan tuan rumah Lecce sebelum bisa menyamakan kedudukan 2-2 pada pekan ke-18, 15 Januari. Jumpa rival sekota, Inter Milan dalam Piala Super Italia di Arab Saudi, 19 Januari, grafik mereka tak membaik dan malah kalah telak 0-3.

”Kami hanya bisa meminta maaf. Sekarang, kami harus menganalisis pertandingan ini (kekalahan 0-3 dari Inter) dan kembali ke jalur yang benar. Tidak ada waktu untuk menundukkan kepala dan mencari alasan karena pemain muda yang kurang pengalaman. Itu adalah malam yang sulit, terutama secara mental tetapi kami harus berusaha menemukan identitas kami dan meningkatkan diri di setiap aspek permainan,” kata Simon Kjaer kepada Milan TV dikutip Football-Italia sehabis Piala Super Italia.

Baca juga
Ketum PSSI Konfirmasi Gelar Piala Indonesia 2022 Selingan Liga 1 Mulai Agustus
Gettyimages 1314595335 612x612 - inilah.com
Gettyimages

Pergantian strategi

Untuk itu, menurut Milanpress.it, Minggu (22/1/2023), Pioli memikirkan perubahan untuk memperbaiki penampilan mereka.”Jika kami ingin mendapatkan hasil yang berbeda, sesuatu harus diubah.”

Pioli sepertinya kembali menerapkan formasi 4-3-3 yang membawa AC Milan nyaris tidak terusik nusim lalu dan memastikan trofi juara Serie A.

Gelandang tambahan bakal memberikan lebih banyak keseimbangan di lini tengah, terutama membantu Sandro Tonali dan Ismael Bennacer yang kewalahan tatkala timnya dalam serangan dalam taktik 4-2-3-1.

Salah satu dari empat gelandang pelapis bisa menjadi rantai yang hilang di lini tengah tersebut. Yang antara lain adalah Aster Vranckx, Tommaso Pobega, Rade Krunic, dan Yacine Adil.

Mereka mungkin bukan gelandang penghancur seperti Franck Kessie yang hengkang secara gratis ke Barcelona pada musim panas lalu tetapi para pemain itu anggapannya punya kapasitas untuk mendukung tim.

Kejuaraan belum berakhir. Dengan menunjukkan motivasi besar, Milan bisa membuat semua orang terdiam.

Pilihan lain, berdasarkan prediksi La Gazzetta dello Sport, Pioli boleh jadi mencoba formasi 4-4-2 untuk membantu penyerang Olivier Giroud yang selama ini bermain sendirian di lini depan.

Baca juga
Timnas Iran Jadi Sorotan di Tengah Gejolak Protes Antipemerintah

Penurunan performa

Milan memiliki cukup banyak penyerang alternatif di bangku cadangan, yakni Charles De Kretelaere, Ante Rebic, dan Divock Origi. I Rossoneri alias ”Si Hitam-Merah” pun bisa mendorong Brahim Diaz ataupun Rafael Leao ke depan.

Mantan bek Milan Luca Antonelli, Minggu, mengatakan, dalam situasi sulit, yang paling penting Milan tidak boleh menyerah. Selisih poin Milan dan Napoli di klasemen belum terlalu jauh, yakni Milan di urutan kedua dengan 38 poin dari 18 laga dan Napoli di puncak klasemen dengan 50 poin dari 19 laga.

Peta persaingan itu masih bisa berubah sepanjang paruh kedua musim ini. ”Musim lalu, Milan pantas meraih scudetto karena mereka pantang menyerah. Begitu Inter terpuruk, mereka bisa melaju kencang dan merebut gelar tersebut,” tutur Antonelli.

Bagi Presiden Inter Massimo Moratti, penurunan performa Milan kemungkinan akibat masalah kebugaran para pemainnya. Skuad mereka terlihat tidak fit ataupun sangat lelah yang boleh jadi adanya pengaruh oleh jeda Piala Dunia Qatar 2022.

Namun, karena kompetisi masih sangat panjang, Milan bisa saja kembali ke jalur kemenangan maupun perburuan scudetto. ”Apa pun bisa terjadi. Milan bisa balik ke jalurnya dan langsung mengincar trofi juara atau sebaliknya kehilangan kesempatan tersebut. Yang jelas, sama seperti Inter, mereka punya pemain fenomenal yang bisa membawa timnya menyalip ke puncak klasemen kalau tampil konsisten,” ucapnya.

Kebangkitan

Sementara itu, pelatih Lazio, Maurizio Sarri, tidak mau terjebak dengan rentetan hasil negatif Milan. Sarri justru menilai itu bisa menjadi bahaya tersendiri yang akan mereka temui dalam laga nanti. ”Saya khawatir, karena telah ditampar tiga kali, mereka bakal bereaksi keras saat menghadapi kami. Saya lebih bahagia jika mereka menang 3-0 di Piala Super Italia kemarin,” ungkapnya kepada Lazio Style Channel.

Baca juga
Bukan ke Lazio, Pratama Arhan Resmi Gabung Tokyo Verdy

Untuk itu, Lazio yang bertengger di urutan keenam dengan 34 poin dari 18 laga turut menyiapkan strategi anti-Milan. Ketika menang 1-0 atas tim tamu Bologna pada 16 besar Piala Italia, 20 Januari, ”Si Elang” bermain dengan taktik 4-3-3 dan mencoba gelandang serang Felipe Anderson sebagai penyerang bayangan untuk menggantikan ujung tombak Ciro Immobile yang cedera.

Hasilnya relatif sukses. Anderson mencetak gol kemenangan Lazio dalam laga tersebut. ”Tanpa penyerang tengah, itu tidak mudah pada setengah jam pertama. Namun, kami menciptakan empat atau lima peluang mencetak gol dan itu adalah penampilan yang bagus,” ujar Sarri.

Lazio sangat membutuhkan kemenangan untuk bersaing di zona Liga Champions. Apalagi rival sekotanya, Roma sukses melompat dari urutan keenam menjadi keempat dengan 37 poin dari 19 laga pasca menang 2-0 atas tuan rumah Spezia pada pekan ke-19. Kesempatan lolos ke Liga Champions sangat terbuka karena Juventus menerima sanksi pengurangan 15 poin dampak dari kasus pemalsuan laporan keuangan.

Tinggalkan Komentar