Minggu, 26 Juni 2022
26 Dzul Qa'dah 1443

Lebih dari 1.000 Kasus Cacar Monyet Dilaporkan ke WHO

Kamis, 09 Jun 2022 - 11:32 WIB
Cacar Monyet Who
(foto: NDTV)

Terdapat lebih dari 1.000 kasus cacar monyet yang dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam wabah yang menyebar di luar negara-negara Afrika.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan risiko cacar monyet menjadi berkembang di negara-negara non endemik itu nyata, tetapi dapat dicegah pada saat ini.

Sebanyak 29 negara telah melaporkan kasus cacar monyet dalam wabah saat ini, yang dimulai pada Mei. Meski demikian, belum ada negara yang melaporkan kematian.

Dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, Rabu (8/6/2022), Ghebreyesus juga mengatakan terdapat lebih dari 1.400 kasus yang diduga cacar monyet tahun ini di Afrika dan 66 kematian.

Baca juga
Omicron BA.4 dan BA.5 Merebak, Haruskah Kita Khawatir?

“Sangat disayangkan cerminan dunia tempat kita hidup saat ini masyarakat internasional baru memperhatikan cacar monyet karena telah muncul di negara-negara berpenghasilan tinggi,” kata dia seperti dilansir Reuters.

Ghebreyesus mengatakan wabah itu menunjukkan tanda-tanda penularan komunitas di beberapa negara. WHO merekomendasikan orang yang terinfeksi cacar monyet agar mengisolasi diri di rumah.

Pimpinan teknis WHO untuk cacar monyet Rosamund Lewis mengatakan bahwa ‘kontak dekat antarpribadi’ adalah cara utama penyebaran penyakit tersebut, meskipun dia menambahkan bahwa risiko penularan melalui udara belum sepenuhnya diketahui.

Petugas kesehatan yang merawat pasien cacar monyet harus memakai masker, kata dia.

Baca juga
Merebaknya PMK di Indonesia, Diduga Imbas Peningkatan Kasus di Regional Asia Tenggara

Kasus masih didominasi pria yang berhubungan seks dengan pria, kata WHO, meskipun kasus pada perempuan juga telah dilaporkan.

Badan PBB bekerja dengan organisasi termasuk UN AIDS dan kelompok masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan menghentikan penularan. Vaksinasi untuk petugas kesehatan atau orang yang berkontak dekat dengan penderita, dapat dipertimbangkan untuk beberapa negara, kata WHO.

Vaksin yang digunakan dirancang untuk melawan cacar –virus terkait yang lebih berbahaya yang dibasmi dunia pada tahun 1980– tetapi juga berfungsi untuk melindungi dari cacar monyet.

Pejabat senior WHO Sylvie Briand mengatakan badan tersebut menilai potensi vaksin cacar yang ditimbun dan menghubungi produsen serta negara-negara yang sebelumnya telah menjanjikan vaksin.

Tinggalkan Komentar