Rabu, 25 Mei 2022
24 Syawal 1443

Lecehkan Korban Pelecehan Seksual, Kasatreskrim Boyolali Dicopot

Pencabulan - inilah.com
Lecehkan Korban Pelecehan Seksual, Kasatreskrim Boyolali Dicopot (Ils.)

Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Ahmad Luthfi mencopot Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Boyolali AKP Eko Marudin.

Pencopotan atas dugaan pelecehan terhadap korban perkosaan saat melapor ke polisi.

“Sudah dicopot, digantikan AKP Donna Briyadi,” kata Kapolda Jateng, Selasa (18/1/2022) kemarin.

Eko selanjutnya menjadi perwira menengah di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Jawa Tengah untuk menjalani proses pemeriksaan.

Kapolda menyampaikan permohonan maaf kepada korban atas pelanggaran etika yang dilakukan anak buahnya tersebut. Ia memastikan AKP Eko dan anggota lain yang terlibat akan menjalani proses hukum oleh Bidang Propam Polda Jawa Tengah.

Baca juga
SBY Langsung Berangkat ke Amerika Serikat untuk Jalani Pengobatan Kanker Prostat

“Polri selalu berkomitmen untuk selalu memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan siapapun anggota Polri yang melakukan pelanggaran akan menjalani proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus itu bermula ketika suami R, tertangkap Polres Boyolali karena kasus perjudian.

Selanjutnya seseorang yang mengaku anggota Polda, sambil menunjukkan kartu identitas anggota polisi datang ke rumah R untuk bertemu keluarganya.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 10 Januari 2022. Sedang suami R sudah berada Polres Boyolali pada tanggal 9 Januari 2022. GW datang ke rumah R di Kecamatan Simo, Boyolali sekitar pukul 05.30 WIB.

Merasa takut suaminya sedang bermasalah dan ada yang ingin menolong, korban menurut ajakan seseorang yang mengaku polisi ke Polres Boyolali.

Baca juga
Tulis Surat Terbuka untuk Gofar, Arian Seringai: Lo Tuh Problematik!

Sampai di tujuan, tak lama kemudian pelaku keluar dari Polres Boyolali lalu mengajak korban ke Polda. R yang mulai curiga, kemudian tanya ke pelaku mau kemana.

Dari Polres perjalanan menuju pintu tol Boyolali, R sempat mau loncat dari mobil. Tapi pelaku menahan dan mengancam akan membunuh korban jika melawan.

Mendapat ancaman tersebut, korban pasrah. Pelaku kemudian membawa R ke sebuah hotel di Bandungan, Kabupaten Semarang. Korban kemudian mendapat pelecehan seksual dari pelaku.

Setelah melapor ke Polres Boyolali, R merasa mendapatkan pelecehan secara verbal dari oknum perwira saat menjalani pemeriksaan di ruang kronologi.

“Mendapat perkataan yang tidak mengenakkan, saya langsung down, saya dapat musibah terus saya di omongi seperti itu, saya merasa tambah sakit. Kasus ini juga saya laporkan ke Propam Polres Boyolali,” kata R sembari menunduk.

Baca juga
Rektorat Unsri Sebut Ada Korban Pelecehan Dosen yang Fiktif

 

Tinggalkan Komentar