Minggu, 25 September 2022
29 Safar 1444

Level PPKM Menurun, Ibas Dorong Peningkatan Pariwisata Pacitan

Minggu, 06 Mar 2022 - 21:56 WIB
Ibas Pacitan - inilah.com
Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono - ist

Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI berkunjung ke Kali Klepu, Kabupaten Pacitan (6/3/2022). Ia mendorong pariwisata daerah tersebut terus tumbuh.

“Pacitan terkenal dengan julukan Kota 1001 Goa, tapi menurut saya itu belum lengkap, harusnya Pacitan ini disebut Kota 1001 Goa, Pesona, Seni Budaya, dan Wisata. Karena kita punya budaya yang kuat, tempat wisata dan kuliner yang beragam, serta keseniannya yang begitu menarik,” kata Ibas dalam keterangannya.

Di Kali Klepu, Ibas disuguhi oleh pemandangan sungai bebatuan dengan suasana tradisional, baik bangunan, makanan minuman, sampai musik khas jawa.

“Kali Klepu ini sungguh wisata yang menarik Nggih? Bayangkan, jaman dulu kita melihat ada kali (sungai) itu tidak baik untuk dikembangkan, bahkan, terkesan kotor dan tidak asri. Tapi saat ini berkat tangan-tangan desa dan masyarakat sekitar ikut mengembangkan wisata desa secata swadaya, yang akhirnya menjadi pemasukan melalui BumDesnya. Ini benar-benar keren, outside the box tentu salah satu bentuk ikhtiar kita untuk menambah pemasukan keuangan Kabupaten yang terbatas karena selama ini tersedot untuk penanganan Pandemi,” ungkapnya.

Baca juga
PPKM Level 3, DFSK Siapkan Layanan Purnajual Siaga 24 Jam

Ibas juga mengajak para pegiat sosial media Pacitan untuk terus berkarya mempromosikan wisata Pacitan. Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan.

“Sekarang di Pacitan juga statusnya sudah membaik level PPKM-nya, semoga wisata Pacitan bangkit, wismas dan wisnus mau berkunjung ke Pacitan lagi. Dalam mempromosikan sektor pariwisata, salah satu yang terpenting adalah membangun cerita atau narasi, inovasi dan kreasinya. Kita eksplor ada cerita apa saja di balik sebuah tempat, seperti tadi di Sungai Maron ada batu-batu besar yang ternyata menyimpan sejarah. Cerita-cerita ini kita rangkai menjadi caption dan hastag di sosial media dengan rapi, agar wisatawan tertarik dan penasaran, seperti ‘tour guide’ pemandu bakat di luar negeri kalau menjelaskan kepada para pengunjungnya,” jelas Ibas.

Tinggalkan Komentar