Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Lewat Rights Issue, KB Financial Group Tambah Modal Bank KB Bukopin

Kamis, 01 Des 2022 - 17:14 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Perusahaan Korsel Marak, Bank KB Bukopin Kembangkan Segmen Korean Link Business - inilah.com
Rights issue Bank KB Bukopin sudah mendapat persetujuan para pemegang saham dalam RUPSLB di Kantor Pusat KB Bukopin, Jakarta, Selasa (30/11/2022). (Foto: Istimewa)

KB Financial Group, perusahaan raksasa keuangan dari Korea, memperkuat komitmen kepada PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bukopin) untuk penambahan modal melalui rights issue.

Rights issue tersebut sudah mendapat persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat KB Bukopin, Jakarta, Selasa (30/11/2022).

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (1/12/2022) Deputy President Director KB Bukopin Robby Mondong mengatakan, aksi korporasi itu merupakan upaya KB Bukopin dalam menjaga kecukupan modal sesuai regulasi dan mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

“Langkah ini dalam rangka menjaga daya saing yang sehat dan kuat di industri keuangan nasional maupun regional, sehingga dapat memberikan nilai tambah baik kepada pemegang saham, karyawan, manajemen, serta pemegang kepentingan yang lebih luas,” kata Robby.

Baca juga
Rights Issue Ditunda, PMN Rp7,45 Triliun untuk Garuda Indonesia Gagal Cair

Ia menjelaskan penambahan modal KB Bukopin tersebut rencananya akan dilakukan melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT VII) dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue dengan menerbitkan saham baru seri B sebanyak-banyaknya 120 miliar lembar saham.

Jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut, bergantung pada keperluan dana KB Bukopin dan harga dari pelaksanaan PUT VII. Dengan adanya tambahan struktur modal baru, KB Bukopin semakin siap dan optimis dalam berkompetisi di layanan industri keuangan nasional.

Adapun tingkat kecukupan pemenuhan modal minimum atau Capital Adequacy Ratio (CAR) KB Bukopin posisi September 2022 berada pada 17,59 persen (unaudited) atau telah sesuai dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71.

Baca juga
Jelang Rights Issue November, Kemenkeu Bantah Kabar BNI Akuisisi BTN

Sesuai dengan strategi KB Bukopin untuk tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan, kata Robby, dibutuhkan tambahan modal guna mendorong pertumbuhan bisnis dan meningkatkan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Target KB Bukopin selanjutnya adalah tetap konsisten dalam pengembangan bisnis terutama pada segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta ritel. Dengan dukungan dari pengembangan digitalisasi teknologi dan informasi, maka dalam jangka menengah diharapkan pertumbuhan bisnis semakin menuju arah yang stabil untuk mencapai profitabilitas yang berkesinambungan.

Tinggalkan Komentar