Kamis, 30 Juni 2022
01 1444

Libatkan 130 Penari, Sutradara Terharu Pagelaran Sabang – Merauke Terwujud di Tengah Pandemi

Jumat, 03 Jun 2022 - 20:32 WIB
Pagelaran Sabang - Merauke
Pagelaran Sabang-Merauke

Rusmedi Agus Sutradara Pagelaran Sabang – Merauke mengungkapkan adanya pementasan seni di tengah pandemi menjadi sebuah harapan besar bagi para seniman yang paling terdampak. Terlebih, untuk mewujudkan Pagelaran Sabang – Merauke melibatkan 130 penari yang sebelumnya hanya terhitung 80 orang.

Dalam proses pembuatan pagelaran tersebut, melibatkan para seniman asal Yogyakarta. Hal tersebut dirasa sangat berbeda dengan pagelaran seni besar sebelumnya.

Menurut Rusmedi Agus, pihak penyelenggara yaitu iForte dengan senang hati memilih para seniman asal Yogyakarta untuk terlibat langsung dalam pagelaran Sabang-Merauke yang tampil di Prambanan.

“Awalnya penari 80 orang, setelah dihitung jadi 130 orang. Awalnya saya takut bilang tetapi ternyata pihak iForte menerima dengan cepat dan semua berjalan lancar,” kata Agus saat ditemui usai Pagelaran Sabang-Merauke ditulis di Jakarta, Jumat, (3/6/2022).

Agus juga menceritakan tentang betapa sulitnya para seniman di tengah pandemi yang harus berjuang menghadapi “kehausan”.

“Banyak seniman mungkin ada ibunya yang sedang sakit tiba-tiba dapat calling-an, seperti bertemu oase di padang pasir,” papar Rusmedi Agus.

Dia mengatakan, dari sekian banyak penari, pihak iForte justru memilih penari yang berasal dari Yogyakarta dan juga para musisi dan seniman daerah. Hal ini justru menjadi nilai tambah karena iForte bisa mendukung para seniman daerah dengan baik dan total.

Angkat cerita tentang ragam budaya Indonesia

Pada pagelaran Sabang-Merauke, masyarakat bisa menelusuri keliling Indonesia dengan menikmati ragam budaya. Mulai dari musik, lagu, tarian, busana adat, hingga ragam aneka wirisan budaya tak benda. Telinga penonton dimanjakan dengan suara dari para penyanyi ternama yaitu eks vokalis Cokelat Kikan Namara.

Baca juga
Foto: Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Lockdown Akibat Kasus Varian Omicron

 

Pagelaran Sabang - Merauke
Penampilan Kikan

Pementasan Pagelaran Sabang Merauke – Premiere With Live Performance di Djakarta Theater sesungguhnya merupakan rangkaian dan kelanjutan acara dari serupa yang lebih dulu diselenggarakan di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, tanggal 26 Maret 2022. Saat itu, Pagelaran Sabang – Merauke sukses memukau audiens yang hadir lewat pertunjukan berbagai elemen kesenian daerah yang tersaji secara apik di panggung dengan latar Candi Prambanan yang spektakuler.

Sebagai wujud penghargaan sekaligus upaya dalam melestarikan kekayaan bangsa Indonesia, PT iForte Solusi Infotek atau lebih dikenal sebagai iForte, menginisiasi pementasan seni pertunjukan bertajuk Pagelaran Sabang Merauke – Premiere with Live Performance.

Pementasan ini melibatkan ratusan seniman ternama Tanah Air ini diselenggarakan selama tiga hari, pada 3 – 5 Juni 2022, di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.

“Sejalan dengan suasana dan semangat peringatan Hari Kelahiran Pancasila pada 1 Juni, Pagelaran Sabang – Merauke kami harapkan dapat turut memberikan sumbangsih dalam melestarikan serta mengenalkan kekayaan seni budaya bangsa kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” ungkap CEO Protelindo Group Aming Santoso.

Sementara Vice President Director Marketing & Sales iForte Silvi Liswanda mengatakan, selain pementasan Pagelaran Sabang – Merauke, para pengunjung juga bisa menyelami bermacam keindahan budaya Nusantara melalui cultural fair yang berlangsung di luar area pertunjukan.

Baca juga
Bali United dan Stefano Lilipaly Sepakat Berpisah

Bertambah meriah karena juga akan ada festival UKM pilihan untuk membangkitkan semangat kebanggaan terhadap produk anak bangsa. Festival UKM ini melibatkan berbagai UKM #banggalokal binaan BCA serta UKM yang mewakili program iFortepreneur, program Digital Business Plan Competititon untuk UKM dari iForte.

Silvi menambahkan Pagelaran Sabang – Merauke dapat terwujud berkat kerja keras dari semua pihak yang terlibat baik para seniman musik dan tari, event organizer, serta seluruh pekerja seni.

“Terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam Pagelaran Sabang – Merauke. Kita semua memiliki semangat yang sama, untuk menyebarkan semangat dan cinta budaya tanah air, terutama generasi muda sebagai harapan penerus bangsa agar lebih mencintai dan bangga akan kekayaan budaya Indonesia,” ujar Silvi.

Tidak hanya bisa dinikmati secara live di Djakarta Theater, Pagelaran Sabang – Merauke juga bisa disaksikan melalui akun Youtube iForte Solusi Infotek mulai Senin, 6 Juni 2022.

Mengusung konsep yang sama namun dengan penyesuaian dan sentuhan baru, pementasan Pagelaran Sabang Merauke – Premiere With Live Performance kembali menyajikan 21 lagu daerah dan satu lagu nasional yang dengan rangkaian yang sangat harmonis.

Untuk mewujudkan itu, pementasan akan melibatkan lima penyanyi nasional, 46 musisi tradisional dan modern, serta 135 penari profesional. Sebelum pertunjukkan mulai, para penonton bisa menikmati prosesi Palang Pintu khas suku Betawi yang merupakan simbolisasi Jakarta sebagai tuan rumah.

Baca juga
Indonesia, Pria Tiga Kali Lebih Banyak Bunuh Diri Dibanding Perempuan

“Pagelaran Sabang – Merauke adalah sebuah karya kolaboratif dari para seniman hebat Indonesia dari berbagai elemen mulai dari penyanyi, pemusik, penari, dan sebagainya. Semua ini akan berpadu lewat harmonisasi antara musik etnik, lagu daerah, hingga tari-tarian tradisional yang lengkap dengan busana adatnya. Kami berharap pagelaran ini dapat menggugah masyarakat untuk semakin mencintai seni dan budaya bangsa,” ungkap Sutradara Pagelaran Sabang – Merauke Rusmedi Agus.

Rusmedi menjelaskan di lini koreografi, sejumlah sosok penata tari tradisional dan modern yang terlibat antara lain Sandidhea Cahyo Narpati, Pulung Jati, Dian Bokir, dan Rizky Dafin. Sementara itu, eks vokalis Cokelat Kikan Namara sebagai music director sekaligus lead vocal bersama para penyanyi ternama lainnya seperti Mirabeth Sonia, Christine Tambunan, Taufan Purbo dan Alsant Nababan.

Nuansa etnik kedaerahan juga sangat terasa makin kental berkat Kidung & team sebagai penata musik tradisional serta dukungan dari Ava Victoria & Team Orchestra.

Tinggalkan Komentar