Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Lima Bulan Tak Tampak, Istri Kim Jong Un Kembali Muncul di Publik

Lima Bulan Tak Tampak, Istri Kim Jong Un Kembali Muncul di Publik
Lima Bulan Tak Tampak, Istri Kim Jong Un Kembali Muncul di Publik

Setelah hampir lima bulan tak tampak, istri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Ri Sol Ju akhirnya kembali muncul di publik.

Menurut kantor berita KCNA, Kim dan Ri menghadiri pertunjukan seni di Mansudae Art Theatre di ibu kota Pyongyang untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

Ri terakhir kali terlihat di depan publik pada 9 September ketika menemani suaminya mengunjungi Istana Matahari Kumsusan, tempat bersemayam mendiang ayah dan kakek Kim, dalam peringatan berdirinya negara itu.

“Ketika (Kim) muncul di auditorium teater itu bersama istrinya, Ri Sol Ju, yang disambut dengan alunan musik, penonton segera berdiri sambil meneriakkan ‘Hore!'” kata KCNA.

Baca juga
Kasus Penganiayaan Kucing di Bekasi Pakai Restorative Justice, Tetap Tak Hilangkan Pidana

Kantor berita resmi Korut itu menambahkan, pasangan itu naik ke atas panggung usai pertunjukan untuk menyalami para artis dan berfoto dengan mereka.

Ri pernah menjadi sorotan internasional karena dia sering menemani Kim dalam acara-acara sosial, bisnis dan bahkan militer. Apa yang ditampilkan oleh pasangan itu berbeda dengan Kim Jong Il, ayah Kim Jong Un, yang jarang sekali terlihat membawa salah satu istrinya dalam kegiatan publik.

Ri pernah menghilang dari liputan media resmi selama lebih dari setahun sebelum terlihat menghadiri konser Februari tahun lalu, sehingga memicu spekulasi bahwa dirinya sakit atau mengandung.

Baca juga
Belum Puas dengan Twitter, Elon Musk Ingin Beli Coca-Cola

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan mengatakan kepada parlemen bahwa kemungkinan Ri menghindari aktivitas di luar agar tidak terinfeksi COVID. Namun dia masih “bermain dengan anak-anak mereka”.

Badan mata-mata itu meyakini Kim dan Ri memiliki tiga anak, namun hanya sedikit yang diketahui publik tentang mereka.

Korut belum pernah melaporkan satu pun kasus COVID-19 selama pandemi. Namun, negara itu menutup perbatasan dan menerapkan pembatasan ketat, termasuk larangan perjalanan.

Tinggalkan Komentar