Lima Cara Atasi Kecemasan Adanya Kemunculan Varian Baru Omicron

Varian Omicron - inilah.com
istimewa

COVID-19 terus bermutasi. Kini, muncul varian baru bernama Omicron. Hal ini menunjukkan pandemi COVID-19 belum berakhir bahkan di saat ini yang sudah hampir di penghujung tahun 2021.

Kondisi tersebut menyebabkan makin panjangnya rasa kecemasan di masyarakat. Lantas bagaimana caranya mengatasinya?

“Munculnya varian Omicron dapat menyebabkan kecemasan dan ketakutan di antara orang-orang. Ketidakpastian tentang masa kini dan masa depan dapat memengaruhi mekanisme koping (mengatasi masalah) seseorang,” kata psikolog dari Dharamshila Narayana Superspeciailty Hospital, New Delhi, Dr Neha Dutt seperti dikutip dari Indian Express, Senin, (06/12/2021).

Menurut psikiater dari Narayana Superspeciality, Hospital, Gurugram Dr. Rahul Rai Kakkar, setiap transformasi baru yang tidak terduga dalam situasi atau lingkungan membawa ketidaknyamanan dan memengaruhi pola perilaku seseorang.

Baca juga  Nasi Bisa Bikin Kita Gemuk, Mitos Atau Fakta?

“Ini mungkin mencerminkan peningkatan stres, lekas marah, penyalahgunaan zat, masalah kecemasan, pola tidur yang terganggu dan lainnya,” ujar dia,

Oleh karena itu, sanga penting untuk menjauhkan pikiran negatif, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya.

Anda disarankan membuat diri Anda terlibat secara bermakna dengan pekerjaan, rekreasi, melakukan hobi, tetap terhubung dengan keluarga dan teman pada saat yang sama menjaga semua tindakan pencegahan yang diperlukan.

Jika Anda merasa cemas dengan semua perkembangan terkait varian Omicron, berikut tips dari Kakkar:

1. Pengaturan tidur

Pertahankan waktu yang tetap untuk tidur dan bangun, hindari tidur siang, hindari asupan kafein setelah jam 17.00, hentikan paparan layar atau penggunaan telepon menjelang tidur, sebaiknya jangan makan makanan berat di malam hari dan jangan minum air sebelum tidur.

Baca juga  Pariwisata di Indonesia Tak Bisa Berharap Banyak dari Wisatawan Asing di 2022

2. Manajemen waktu

Tetapkan tujuan yang cerdas, duat daftar tugas, tetapkan tenggat waktu, prioritaskan tugas Anda, ambil istirahat terkontrol dan latih sebuah rutinitas.

3. Pengalihan

Alihkan diri Anda saat Anda sangat stres. Misalnya, hitung mundur dari 20 hingga 10, mencari tahu cara mengurangi gangguan saat Anda melakukan pekerjaan dengan konsentrasi tinggi, coba lakukan latihan fisik secara rutin dan sebisa mungkin membatasi paparan berita.

Anda bisa membatasi membaca berita untuk pembaruan, maksimal dua kali sehari.

“Terkadang, sulit untuk keluar dari lingkaran proses berpikir Anda sendiri, oleh karena itu disarankan untuk mengambil bantuan profesional. Mengalami masalah kesehatan mental bukanlah tanda kelemahan, mintalah bantuan. Itu adalah tanda kekuatan,” tambahnya.

Baca juga  Menkes Ungkap Kasus Pertama Varian Omicron Terdeteksi dari Pekerja Pembersih di Wisma Atlet

4. Latihan fisik

Tubuh kita secara alami melepaskan hormon bahagia jika latihan dilakukan secara rutin.

5. Batasi paparan berita

Batasi membaca berita tentang update situasi terkini, maksimal dua kali sehari.

“Kadang-kadang, sulit untuk keluar dari lingkaran proses berpikir Anda sendiri, oleh karena itu mungkin untuk mengambil bantuan profesional. Mengalami masalah kesehatan mental bukanlah tanda kelemahan, mintalah bantuan. Itu adalah tanda kekuatan,” paparnya.

Tinggalkan Komentar