Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Lima Saham Pilihan saat Pasar Mencerna Perang Rusia-Ukraina

Lima Saham Pilihan saat Pasar Mencerna Perang Rusia-Ukraina- inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejatinya melemah Jumat (25/2/2022) ini. Namun, pasar tetap mencerna sentimen invasi Rusia ke Ukraina setelah kenaikan tajam Wall Street semalam. Lima saham disuguhkan sebagai bahan pertimbangan.

Hendry Andrean, analis riset OCBC Sekuritas mengatakan, pembukaan bursa saham Asia-Pasifik bervariasi pada Jumat ini. “Sebab, investor mencerna konflik Rusia-Ukraina menyusul kenaikan besar-besaran di Wall Street semalam,” katanya dalam riset yang rilis di Jakarta, Jumat (25/2/2022) pagi.

Presiden AS Joe Biden pada Kamis mengatakan, Washington akan berusaha untuk mengisolasi Rusia dari ekonomi global dengan memperkenalkan sanksi baru setelah invasi Moskow ke Ukraina.

“Gedung Putih juga telah mengizinkan penempatan pasukan tambahan di Jerman,” ujarnya menirukan kata-kata Presiden Biden.

Uni Eropa juga menyetujui lebih banyak sanksi terhadap Rusia dan menyerukan agar Rusia menghentikan semua aksi militer dan menarik pasukannya dari Ukraina.

Baca juga
Efisiensi Biaya Dana, BRI Konsisten Genjot Dana Murah

Investor di AS tampaknya mengabaikan serangan Rusia terhadap Ukraina. Hal ini tercermin dari bursa saham di Wall Street yang mengalami pembalikan arah yang menakjubkan dengan tutup di level yang lebih tinggi setelah jatuh tajam di awal sesi.

Sementara dari dalam negeri, sentimen positif datang dari Indonesia-Inggris yang berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama melalui pertemuan JETCO. Selain itu, Kementerian Perdagangan meluncurkan program ASE 2.0.

Arah IHSG Selanjutnya

Secara teknikal, menurut Hendry, IHSG menunjukkan tren bearish. Ini terlihat dari bearish candle dengan tren turun pada William%R-nya di zona netral. Selain itu, ada potensi death cross pada indikator Moving average convergence divergence (MACD). Resistance berada di 6.860 dan support 6.750.

Saham-saham dalam Pantauan

  1. Saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) setelah Pefindo merevisi peringkat perseroan menjadi “idBBB” dengan outlook negatif.
  2. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) yang meningkatkan produksi dengan tetap menjaga kesehatan karyawan.
  3. Saham PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) yang mengalami kerugian lagi sebesar Rp275,02 miliar pada tahun 2021.
Baca juga
Kabar Buruk untuk Koruptor, Indonesia dan Singapura Sepakati Perjanjian Ekstradisi

Saham-saham Pilihan

Di atas semua itu, Hendry menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan rekomendasi speculative buy. White candle dengan peningkatan volume transaksi dan momentum dalam histogramnya. Secara teknikal, resistance berada di 875 dan support di 765. Masuk di kisaran 775-795.
  2. PT Indika Energy Tbk (INDY) rekomendasi trading buy. White candle dengan peningkatan volume transaksi dan momentum dalam histogramnya. Resistance berada di 2.400 dan support di 2.070. Masuk di kisaran 2.220-2.250.
  3. PT United Tractors Tbk (UNTR) rekomendasi speculative buy. White candle dengan peningkatan volume transaksi dan peningkatan momentum dalam histogramnya. Resistance berada di 26.525 dan support di 24.175. Masuk dalam kisaran 24.775-25.200.
  4. PT Timah Tbk (TINS) rekomendasi speculative buy. White candle dengan peningkatan volume transaksi dan peningkatan momentum dalam histogramnya. Resistance berada di 1.705 dan support di 1.540. Masuk di kisaran 1.615-1.630.
  5. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan rekomendasi Buy on Weakness. Black candle dengan peningkatan volume transaksi tapi 4.150 berpeluang menjadi support kuat. Resisten berada di 4.340 dan support di 4.150. Masuk di kisaran 4.150-4.160.
Baca juga
Sejumlah Negara Eropa Desak Israel Hentikan Pemukiman di Yerussalem

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar