Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Liverpool vs Villareal, The Reds Wajib Waspada Jika Tak Ingin Tenggelam

Liverpool vs Villareal, The Reds Wajib Waspada Jika Tak Ingin Tenggelam
Liverpool vs Villareal, The Reds Wajib Waspada Jika Tak Ingin Tenggelam

Liverpool tak boleh lengah jika tak ingin tersungkur seperti Juventus dan Bayern Munchen saat menghadapi Villareal.

Meski bermain di Anfield dengan dukungan penuh suporter, The Reds wajib waspada dengan sengatan The Yellow Submarine yang sukses menapakkan kaki di semifinal Liga Champions.

Villareal kini dijuluki pembunuh raksasa karena sukses menembus semifinal Liga Champions setelah menjinakkan tim-tim besar eropa langganan juara.

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp, menegaskan bahwa timnya tidak akan membuat kesalahan seperti yang dilakukan Juventus dan Munchen.

“Mungkin ada sedikit keuntungan (untuk Villarreal) di mana Juve atau Bayern mungkin meremehkan mereka, tetapi itu tidak akan terjadi pada kami. Mereka ingin menjadi bagian dari final, tetapi itu sama pentingnya bagi kami,” kata Klopp kepada wartawan jelang laga seperti dikutip Reuters.

Pelatih asal Jerman itu memuji pelatih Villarreal, Unai Emery dan menyebutnya sebagai “pelatih kelas dunia” karena timnya bisa menghadapi situasi permainan yang berbeda.

Baca juga
Keok dari Pasangan Jepang, Minions Gagal Pertahankan Gelar Indonesia Masters

“Kami telah menganalisis Villarreal dengan baik. Saya sangat menghormati Unai dan mereka. Saya menonton mereka dengan baik dan wow! Mengesankan. Dia adalah pelatih yang terobsesi dengan detail. Cara yang berbeda untuk menekan dan bereaksi terhadap hasil yang berbeda,” tambah Klopp.

Liverpool terakhir tampil di semifinal tiga tahun lalu saat menyingkirkan Barcelona ​​​​dan Klopp mengatakan bahwa dukungan tuan rumah akan sangat penting bagi para pemain.

“Kami membutuhkan atmosfer yang sama dan penampilan yang hebat. Saya harus berada di puncak permainan saya, begitu juga para pemain, itu bagus. Bila semifinal di kompetisi ini mudah, pasti ada yang salah. Saya tidak sabar menantikannya,” katanya.

Liverpool memiliki kesempatan untuk meraih empat trofi sekaligus musim ini setelah memenangkan Piala Liga dan mencapai final Piala FA, sementara mereka membuntuti pemimpin Liga Premier Inggris Manchester City dengan satu poin dengan lima pertandingan tersisa.

Baca juga
Ancaman Hukuman Seperti Pengemudi Mercy Lawan Arah di Tol JORR Rorotan-Cikunir

Sementara itu Pelatih Villareal Unai Emery mengaku punya bekal sedikit pengalaman berhadapan dengan Klopp pada final Liga Europa.

Meski sedikit membantu, Emery sadar timnya tidaklah diunggulkan dalam pertandingan nanti.

“Kami menghadapi timnya Klopp di final pada 2016 dan fakta bahwa mereka ada di sini pada 2022 menjelaskan banyak hal tentang kesabaran, kepercayaan, dan kepemimpinan (yang dibutuhkan) untuk membangun tim,” kata Emery dikutip dari Guardian, Selasa (26/4/2022).

“Ini adalah Liverpool terbaik yang pernah saya lihat. Saya ada di sana ketika Liverpool yang luar biasa memenangi Liga Champions dan tahun ini menonton mereka, menganalisis mereka, itu sekarang lebih baik.”

Menghadapi Liverpool yang tengah berada di level permainan terbaik, Emery tak bisa berharap banyak pada elemen kejutan seperti yang muncul saat melawan Juventus dan Munchen.

”Di laga kontra Juventus, elemen ini sangat penting. Begitu pula saat menghadapi Bayern, karena kami bisa tampil maksimal dan menggunakan senjata kami dengan tepat. Namun, di laga ini, elemen kejutan itu sudah tidak ada lagi.” ujar Emery.

Baca juga
Lupakan Hasil vs Persipura, Persija Fokus Incar Kemenangan Lawan Persela

Kondisi ini, kata Emery, akan membuat laga kontra Liverpool akan jauh lebih sulit dibanding saat menghadapi Juventus dan Bayern Muenchen. Kendati begitu, eks pelatih Arsenal itu menegaskan, anak-anak asuhnya memiliki motivasi tersendiri dan pengalaman untuk bisa tampil apik di laga dengan format sistem gugur.

”Kami akan berusaha tampil maksimal dengan menggunakan pengalaman yang telah kami mulai pada musim lalu dan terus terakumulasi hingga musim ini,” kata pelatih asal Spanyol tersebut.

Mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG) itu merujuk pada keberhasilan Villarreal merengkuh titel Liga Europa pada musim lalu. Raihan titel Liga Europa tersebut merupakan trofi pertama The Yellow Submarine di pentas kompetisi Eropa.

Tinggalkan Komentar