Lonjakan Omicron di AS Bebani Rumah Sakit, karena Banyak Pekerja Kelelahan

Lonjakan Omicron di AS Bebani Rumah Sakit

Lonjakan Omicron di AS membuat tingkat rawat inap COVID-19 bakal mencapai level tertinggi baru. Menurut hitungan Reuters, melampaui rekor yang ditetapkan pada Januari tahun lalu, saat varian Omicron yang sangat menular memicu lonjakan infeksi. Bahkan akibat lonjakan Omicron  di AS itu, tempat rawat inap terus meningkat sejak akhir pada Desember 2021 lalu.

Pejabat kesehatan setempat telah memperingatkan bahwa banyaknya infeksi oleh Omicron membebani rumah sakit dalam menangani pasien. Pasalnya banyak pekerja mereka sendiri sedang sakit.

“Ini seperti kemacetan arus penanganan medis. Ada begitu banyak kekuatan yang sekarang berkontribusi pada tantangan itu dan saya pikir ada unsur kelelahan, saya tidak ingin mengatakan putus asa.” kata Dr. Peter Dillon, kepala petugas klinis di Penn State Health di Pennsylvania, dalam sebuah wawancara.

Baca juga  Lagu Aku Papua Dinyanyikan di PON XX, Keluarga Franky Tak Terima

AS melaporkan 662.000 kasus baru COVID-19 pada Kamis, total harian tertinggi keempat di negara itu, hanya tiga hari setelah rekor hampir 1 juta kasus dilaporkan, menurut hitungan Reuters.

Rawat inap COVID di AS mendekati 123.000, tampaknya siap untuk memecahkan rekor di atas 132.000, menurut hitungan itu. Kematian, indikator yang merujuk ke masa lalu, masih cukup stabil di sekitar 1.400 per hari, jauh di bawah puncak tahun lalu.

Sementara data rawat inap kerap tidak membedakan antara orang yang dirawat karena COVID-19 dan apa yang disebut kasus insidental. Atau yang melibatkan orang yang dirawat karena alasan lain dan terinfeksi selama pengujian rutin.

Baca juga  Twitter Blokir Akun Anggota DPR AS

Di New York, 42 persen pasien yang dirawat di rumah sakit akibat COVID-19 berada dalam kategori insidental, kata Gubernur Kathy Hochul dalam pengarahan pada Jumat, sebuah tanda bagaimana data kemungkinan tidak memberikan gambaran paling jelas tentang dampak Omicron dalam hal penyakit parah.

Sementara rawat inap terus meningkat di New York, Hochul dan pejabat negara bagian lainnya menyatakan optimisme bahwa gelombang Omicron terburuk dapat berlalu dalam beberapa hari mendatang.

“Kami membutuhkan beberapa hari lagi untuk mengetahui bahwa gelombang terburuk itu telah mencapai puncaknya,” ucap Dr. Mary Bassett, penjabat Komisaris Kesehatan New York.

Tinggalkan Komentar