Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Loyal dengan KIB, Golkar Tak Termakan Rayuan Demokrat

Jumat, 08 Jul 2022 - 11:34 WIB
Koalisi Indonesia Bersatu - inilah.com
Koalisi Indonesia Bersatu

Golkar tidak termakan rayuan Demokrat untuk meninggalkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Anggota KIB dari unsur PAN, Viva Yoga Mauladi menilai, lebih baik Demokrat menurunkan gengsi dan tidak memaksa menggaet Golkar keluar dari koalisi.

Dia menilai sulit bagi Golkar meninggalkan KIB karena koalisi tersebut terbentuk atas sinergi dengan PAN dan PPP. Yoga malah mengajak Demokrat gabung KIB untuk meningkatkan daya tawar.

“Kalau masuk di KIB kan nanti bukan hanya berkoalisi dengan Golkar saja, tapi juga dengan PAN dan PPP,” kata Yoga kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (7/7/2022). “Ibaratnya kalau gabung KIB, Demokrat seperti buy one get three,” seloroh Waketum PAN.

Sikap serupa juga ditunjukkan PPP melalui waketum, Arsul Sani. Wakil Ketua MPR meyakini KIB sudah solid bukan hanya terkait jumlah gabungan kursi di parlemen telah memenuhi syarat mengusung capres-cawapres, tetapi memiliki kesamaan visi-misi menghadapi Pemilu 2024.

Arsul meminta agar Demokrat membangun etika politik yang baik. Apabila mau berkomunikasi bukan dengan Golkar saja tetapi PAN dan PPP juga dilibatkan. “Siapapun termasuk teman-teman Partai Demokrat, kalau memang ingin berkoalisi dengan yang ada di KIB ya mestinya melakukan pendekatan ke semuanya,” ujar Asrul.

Upaya Demokrat merayu Golkar keluar dari KIB muncul setelah elitenya, Syahrial Nasution terang-terangan mengatakan partai berlambang Mercy ingin berkoalisi dengan Beringin. Dia menilai gabungan keduanya sudah cukup untuk mengusung capres-cawapres.

Menurutnya, Demokrat masih memiliki opsi untuk membangun koalisi dan Golkar masuk dalam pilihan yang dimaksud. “Kerja sama Demokrat dengan Golkar cukup bagi kedua partai sebagai jangkar untuk mengantarkan kandidat presiden dan wakil presiden. Namun, lebih dari itu, kerja sama Demokrat-Golkar dapat menjadi solusi terciptanya stabilitas politik, perbaikan iklim demokrasi dan kembali menggenjot roda ekonomi yang saat ini sedang terpuruk,” ujarnya.

Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menepis anggapan yang menyebut Demokrat belum memiliki rekan koalisi lantaran mensyaratkan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai capres. Demokrat mementingkan kesamaan platform untuk membangun koalisi sedangkan capres-cawapres dibahas menyusul.

“Koalisi dahulu, baru bahas kriteria. Setelah itu, ditentukan nama-nama bakal capres-cawapres yang penuhi kriteria,” jelas Herzaky.

Tinggalkan Komentar