Jumat, 07 Oktober 2022
11 Rabi'ul Awwal 1444

LPSK Khawatir Bharada E Bunuh Diri

Rabu, 10 Agu 2022 - 18:30 WIB
20220131 141137 - inilah.com
Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo (baju putih). Foto: Antara

Kendati belum memastikan bakal memberikan status saksi pelaku bekerja sama (justice collaborator/JC), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) membuka opsi memberi perlindungan kepada Bharada Richard Eliezer (Bharada E), tersangka perkara pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J). LPSK mengaku khawatir sosok tamtama yang dalam asesmen awal memberikan keterangan tidak konsisten bertindak nekat hingga bunuh diri karena tertekan

Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo menyebutkan, kasus pembunuhan Bharada E yang turut menjerat mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo memiliki banyak spektrum yang bertalian dengan relasi kekuasaan kelompok. Dalam pengalamannya, tidak sedikit pihak yang mengajukan permohonan perlindungan malah meninggal dunia ketika berada dalam tahanan.

Baca juga
4 Orang di TKP Pembunuhan Brigadir J Ditetapkan Tersangka, kecuali Istri Ferdy Sambo

“Tiba-tiba pemohon meninggal di tahanan polisi. Kemudian disebutkan itu karena sakit, itu karena bunuh diri, atau apa begitu. Nah jangan sampai hal seperti ini terjadi kepada Bharada E,” kata Hasto, di Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Sementara ini, Bharada E masih berstatus pemohon JC dalam perkara pembunuhan Brigadir J. Untuk mendapatkan status JC, pemohon harus memenuhi sejumlah syarat antara lain bukan pelaku utama dan bersedia membongkar peran semua orang yang terlibat dalam kejahatan yang dilakukannya.

“Karena ada relasi kuasa dalam kasus ini, tentu saja potensi ancaman terhadap yang bersangkutan besar,” kata dia.

Menurut Hasto, sejak awal LPSK telah menyampaikan apabila Bharada E menjadi tersangka, maka yang bersangkutan masih bisa menjadi JC. Perlindungan diberikan, hukuman atas kejahatan yang dilakukan bisa diringankan. Hak istimewa lainnya yang bakal diberikan yakni berkas perkara dan tempat penahan akan dipisah dari pelaku lain.

Baca juga
Kebakaran Landa Gedung Kemendes PDTT, 14 Unit Damkar Dikerahkan

“Pemohon JC juga berhak mendapatkan keringanan hukuman serta remisi-remisi lainnya,” kata dia.

Kendati demikian, Hasto mengaku, sejauh ini perwakilan LPSK belum bisa bertemu langsung dengan Bharada E maupun Kabareskrim Polri membahas JC tersebut. “Kami akan segera berkoordinasi dengan Kabareskrim untuk bisa ditemukan dengan Bharada E,” kata Hasto.

Dia juga menyebutkan bahwa pertemuan dengan Bharada E selain dimaksudkan untuk meminta kesediaan peran JC, juga untuk mengonfirmasi beberapa keterangan Bharada E terkait pengakuan dirinya yang bukan pelaku utama dalam penembakan Brigadir J ini. “Ada perubahan keterangan yang sangat signifikan yang tidak bisa kami sebutkan. Tapi itu jadi diantaranya yang bakal kami tanyakan kepada yang bersangkutan,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar