Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

LSI Denny JA: Anies Unggul Suara dari Pemilih yang Tak Puas dengan Kinerja Jokowi

Selasa, 24 Jan 2023 - 19:19 WIB
Anies kinerja Jokowi
Anies Baswedan saat mengakhiri masa jabatan Gubernur DKI Jakarta menggelar perpisahan di Balai Kota DKI, Minggu (16/10/2022), yang dihadiri ribuan warga. (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Sosok Anies Baswedan yang dikenal sebagai simbol antitesa Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi keuntungan tersendiri bagi kenaikan elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Sebab, kalangan yang tidak puas atas kinerja Jokowi, ramai-ramai memberikan pilihan dan dukungan kepada Anies.

Data yang berhasil dihimpun oleh Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada periode Juni 2022 mencatat Anies mampu menyerap dukungan dari kalangan yang tidak puas dengan kinerja Jokowi sebanyak 29,7 persen.

Kemudian pada periode September 2022 dukungan berubah menjadi 35,6 persen, terjadi ada kenaikan signifikan sebesar 19,87 persen dari bulan Juni 2022. “Sosok Anies Baswedan itu menjadi simbol oposisi yang tidak puas dengan kinerja pemerintah,” kata Adjie Alfaraby Peneliti LSI Denny JA diJakarta, Selasa (24/1/2023).

Baca juga
Dilaporkan ke KPK, Bagaimana Nasib Saham-saham Kaesang?

Jika dibandingakan dengan dua kandidat calon presiden (capres) lainnya, yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, elektabilitas Anies masih jauh unggul, dengan raihan dukungan sebesar 40,1 persen. Sementara, Prabowo sebesar 21 persen dan Ganjar hanya 7,4 persen.

Di sisi lain, mereka yang puas terhadap kinerja Jokowi cenderung memilih Ganjar sebagai capres ketimbang Prabowo dan Anies. Adjie menegaskan, selama tiga survei terakhir, terjadi kenaikan suara sebanyak lima persen dari setiap survei, yang memilih mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

Dari kalangan yang puas terhadap kinerja Jokowi, hanya 10,6 persen suara yang memilih Anies. Sedangkan Ganjar berada di peringkat teratas dengan raihan 38,2 persen, sisanya 21,3 persen memilih Prabowo. “Artinya memang makin banyak pemilih yang puas dengan kinerja pak Jokowi itu cenderung memilih Ganjar sebagai calon presiden,” tutup Adjie.

Tinggalkan Komentar