Jumat, 12 Agustus 2022
14 Muharram 1444

Luhut Ingatkan Masyarakat Tahan Diri Tak ke Luar Negeri

Senin, 10 Jan 2022 - 15:34 WIB
Penulis : Willi Nafie
Luhut Ingatkan Masyarakat Tahan Diri ke Luar Negeri

Luhut ingatkan masyarakat tahan diri tidak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk beberapa minggu ke depan. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi bernama lengkap Luhut Binsar Pandjaitan ini menyampaikan hal tersebut guna menekan penyebaran varian Omicron. Menurut Luhut varian Omicron yang tersebar dalam negeri saat ini penyebab utamanya dari para Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang kembali ke Indonesia.

“Di Indonesia hari ini, setelah saya sampaikan sebelumnya. Tren peningkatan kasus COVID-19 disebabkan oleh pelaku perjalanan luar negeri,” kata Luhut dalam secara daring di Jakarta, Senin (10/1/2022).

Luhut minta masyarakat tahan diri tidak melakukan perjalanan ke luar negeri itu atas imbauan Presiden Jokowi.

Baca juga
Karantina WNA-WNI dari Luar Negeri Kini Jadi 7 Hari

“Presiden secara spesifik menekankan ini tadi, untuk kita dianjurkan menahan diri dulu beberapa minggu ke depan untuk tidak ke luar negeri,” ucap Luhut.

Luhut menekankan kasus konfirmasi dari PPLN telah mendominasi proporsi kasus harian nasional. Hal itu pun menyebabkan kenaikan kasus aktif dan tingkat perawatan pasien di Jawa dan Bali.

Sebagai contoh, pada Minggu (9/1) dari total 393 kasus konfirmasi di DKI Jakarta. Hampir 300 kasus penyebabnya oleh para pelaku perjalanan dari luar negeri.

“Jadi sekali lagi kami mohon teman-teman sekalian untuk menahan diri dulu untuk pergi. Kecuali sangat-sangat penting,” tegasnya.

Baca juga
Perjalanan Domestik Tak Perlu Tes Antigen dan PCR

Menko Luhut menjelaskan saat ini varian Omicron telah menyebar di 150 negara di dunia. Varian baru COVID-19 itu menginfeksi sejumlah negara maju dan menyebabkan gelombang yang lebih besar dari penyebaran varian sebelumnya, Delta.

Peningkatan kasus yang tinggi itu juga menyebabkan tingkat perawatan rumah sakit meningkat, terutama di Amerika Serikat, Australia, Inggris dan negara Eropa lainnya.

Selain itu tren peningkatan kasus Omicron juga terjadi di Jepang, India, dan Filipina, kendati terjadi penurunan kasus yang signifikan di Afrika Selatan, di mana varian baru itu pertama menyebar.

Tinggalkan Komentar