Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Menko Luhut Ungkap Rencana Penaikan Harga LPG Melon dan Pertalite, Rakyat Jelata Makin Sengsara

Luhut Ungkap Rencana Penaikan LPG Melon, Rakyat Makin Sengsara
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan

Beban hidup wong cilik bakal semakin berat, dijepit kenaikan harga bahan pokok. Sebentar lagi bertambah berat lantaran ada rencana kenaikan harga LPG subsidi (3 kilogram) dan Pertalite.

Tak sedang bercanda, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut adanya rencana penaikan harga LPG 3 kilogram atau sering disebut elpiji melon, serta BBM subsisi yakni Pertalite.

Menko Luhut membeberkan rencana kenaikan harga LPG dan BBM subsidi itu, sudah dibahas dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kemungkinan, kenaikan harga keduanya dilakukan bertahap hingga Juli 2022. “Over all, yang akan terjadi itu Pertamax, Pertalite, Premium, gas yang 3 kilo itu bertahap. Jadi 1 April, nanti Juli, nanti September itu bertahap (naiknya) dilakukan oleh pemerintah,” ujar Menko Luhut saat meninjau Proyek LRT di Depo LRT Jabodebek Bekasi, Jumat (1/4/2022).

Baca juga
Tahun Depan Wong Cilik Makin Susah, Sembako Mahal Ditambah Listrik Naik

Dia menyebutkan, rencana penaikan harga kedua produk penting itu, menjadi bagian dari efisiensi keuangan negara, imbas kenaikan harga komoditas di pasar global. “Semua efisiensi kita lakukan. kKita akan mendorong perintah Presiden kemarin dalam rapat pemakaian mobil listrik tempatnya Pak Budi Karya (Menhub),” tegasnya.

Menko Luhut menyebutkan, kenaikan BBM nonsubsidi jenis Pertamax tergolong terlambat. Menyusul kenaikkan harga minyak mentah dunia sudah berlangsung lama dan telah melebihi batas kewajaran di APBN 2022. “Saya ingin berikan gambaran, seluruh dunia kemarin (naik) paparan saya kepada presiden (Jokowi). Memang kita yang paling terlambat menaikkan (BBM). Semua negara-negara sudah naik,” katanya.

Baca juga
Ketua Umum APPSI: Operasi Minyak Goreng ‘Bunuh’ Pedagang Pasar Tradisional

Menko Luhut mencatat, saat ini, harga minyak mentah dunia telah menembus level USD 100 per barel. Sedangkan, dalam asumsi alokasi APBN harga minyak dipatok US$63 per barel. “Kan angkanya sudah luar biasa,” teknisnya.

Kenaikan harga minyak mentah dunia, menurutnya, dipengaruhi sejumlah faktor. Antara lain dengan peningkatan permintaan akibat pemulihan ekonomi global hingga perang antara Rusia dan Ukraina. “Sekarang sunflower tidak bisa impor atau ekspor dari Ukraina karena perang,” ungkapnya.

Dia menyatakan, kenaikkan harga BBM jenis Pertamax sudah harus dilakukan pada 1 April 2022. Langkah ini ditempuh untuk menyelamatkan keuangan Pertamina. “Kalau di tahan terus nanti akan jebol (keuangan) Pertamina. Jadi, terpaksa harus kita lakukan,” tutupnya.

Baca juga
Prof Dwi: Harga Gabah di Bawah Biaya Produksi, Petani Indonesia Makin Miskin

 

Tinggalkan Komentar