Lumba-lumba yang Terjaring Sudah Dilepas, Tiga Ekor Mati

Lumba-lumba yang Terjaring Sudah Dilepas, Tiga Ekor Mati

Polres Pacitan, Jawa Timur mengonfirmasi para nelayan sudah lepas lumba-lumba yang terjaring. Dari asil penyidikan kasus penangkapan tujuh ekor lumba-lumba tidak ada unsur kesengajaan.

Lumba-lumba yang terjaring nelayan ini berjenis moncong panjang (long-beaked common dolphin). Empat dari ekor lumba-lumba masih hidup sehingga langsung mereka lepas ke laut.

“Kesimpulan ini mengacu keterangan para terperiksa. Kejadian tersebut (sama sekali) di luar kesengajaan,” kata Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono di Pacitan, Minggu (9/1/2022).

Polisi memeriksa empat orang dalam kasus ini. Satu berstatus nahkoda atau juru mudi, dan tiga lainnya merupakan anak buah kapal.

Baca juga  KPK Geledah Kantor Bupati Penajam Paser Utara

Pemeriksaan atas kasus dugaan penangkapan dan pembunuhan mamalia laut jenis lumba-lumba yang merupakan satwa dilindungi itu masih akan berlanjut.

Ada 23 ABK lain yang sedianya bakal menjalani pemeriksaa tim penyidik di Satreskrim Polres Pacitan. Pemeriksaan ini untuk mengkonfrontir terkait keterangan masing-masing saksi.

Dari pengakuan dan kesaksian juru mudi dan tiga ABK yang terperiksa, menyebut tidak semua lumba-lumba yang tertangkap jaring purse seine mereka mati. Dari tujuh ekor yang tersangkut jaring, empat di antaranya masih hidup dan nelayan lepas kembali ke laut.

Pemeriksaan atas kasus ini tidak hanya oleh pihak kepolisian, namun juga melibatkan sejumlah tenaga ahli dari lembaga terkait, seperti BKSDA dan Dinas Perikanan.

Baca juga  Sejarah Letusan Gunung Semeru Terekam Sejak Tahun 1818

Kasus penangkapan tujuh ekor lumba-lumba di Perairan Pacitan mencuat dan menjadi konten viral setelah muncul di media sosial.

Dalam unggahan video itu, tujuh ekor lumba-lumba itu berada di atas geladak kapal dalam kondisi sudah mati.

Pengambil gambar adalah salah satu ABK pada kapal. Tim gabungan Polair, TNI AL, dan jajaran Polres Pacitan pada Sabtu (8/1) menggerebek kapal tersebut.

Namun dalam penggeledahan itu petugas tidak menemukan adanya bukti lumba-lumba di dalam geladak kapal.

Pengakuan para ABK, lumba-lumba yang tertangkap jaring dan terbawa hingga ke atas geladak kapal telah dibuang ke laut sebelum merapat kembali ke dermaga Pelabuhan Tamperan.

Baca juga  Haji Isam Polisikan Mantan Tim Pemeriksa Direktorat Pajak Terkait Kesaksian Palsu

 

Tinggalkan Komentar