Selasa, 27 September 2022
01 Rabi'ul Awwal 1444

Mahasiswa ITB Dwi Tewas Saat Ospek

Senin, 09 Feb 2009 - 15:09 WIB
Penulis : inilah

INILAH.COM, Bandung - Seorang mahasiswa Jurusan Geodesi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB Dwi Yanto (22) meninggal dunia saat mengikuti kegiatan luar kampus, sejenis orientasi di Kampung Gunung Batu Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Mahasiswa asal Bekasi itu menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju RS Boromeus Bandung pada Minggu 8 Februari dinihari sekitar pukul 03.00 WIB. Namun pihak kampus ITB baru mendapat laporan duka itu pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan luar kampus yang digelar para mahasiswa itu sendiri berlangsung sejak Sabtu 7 Februari lalu.

Jenazah Dwi telah dibawa pulang oleh keluarganya ke Bekasi. Suasana duka terlihat di kampus Ganeca" itu. 2 Karangan bunga tersimpan di salah satu sudut kampus.

Kasus kematian Dwi masih dalam penyelidikan aparat Kepolisian dari Polres Ciamahi. Kapolres Cimahi AKBP Purwolelono membenarkan kematian mahasiswa ITB itu, dan prosesnya masih dalam penyelidikan petugas.

"Menurut laporan, korban meninggal dunia saat mengikuti kegiatan luar kampus. Kami masih menyelidiki perizinannya. Dan itu ternyata ada tembusan dari pihak kampus," kata Purwolelono.

Peristiwa meninggalnya Dwi berawal dari kegiatan yang digelar oleh mahasiswa jurusan Geodesi sejak Sabtu lalu yang diikuti oleh sekitar 80 mahasiswa. Namun peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu dinihari, korban dibawa oleh panitia kegiatan itu ke RS Boromeus Bandung. Namun nyawanya tidak tertolong.

Kejadian itu dilaporkan oleh kepada Polsek Coblong yang membenarkan laporan itu. Karena lokasi kegiatan itu di wilayah Lembang Kabupaten Bandung Barat, maka laporan diteruskan ke Polresta Cimahi.

Polres Cimahi langsung melakukan pertemuan dengan pihak ITB, untuk memperoleh keterangan lebih lanjut mengenai kegiatan itu. Namun belum ada keterangan berapa mahasiswa yang dimintai keterangan terkait kejadian itu.

Purwolelono menyebutkan, pihak kepolisian tidak menerima permohonan izin kegiatan itu. Namun petugas memperoleh selembar surat izin yang ditujukan kepada Kepala Desa Pagerwangi. Hingga saat ini petugas masih melakukan penyelidikan terkait kasus kematian mahasiswa itu.

Sementara itu pihak ITB akan melakukan pengusutan secara internal untuk mengetahui latar belakang kegiatan tersebut. Wakil Rektor Komunikasi Internal ITB Sugiarto membantah kegiatan itu disebut ospek, karena kegiatan itu telah dihapus sejak 2005 lalu. Gantinya dilakukan dalam bentuk kegiatan-kegiatan kepemimpinan. [*/sss]