Selasa, 24 Mei 2022
23 Syawal 1443

Maju ke Final Stuttgart, Swiatek: Saya Dilahirkan untuk Bertarung

Iga Swiatek
Iga Swiatek (foto Antara)

Petenis nomor satu dunia Iga Swiatek mengaku dilahirkan untuk ‘bertarung’ setelah berjuang melewati Liudmila Samsonova untuk memastikan kemenangan ke-22 berturut-turut dan melaju ke final WTA Stuttgart.

Setelah lebih dari tiga jam, petenis bernama lengkap Iga Natalia Swiatek ini mengonversi match point pertamanya usai mematahkan servis Samsonova tiga kali pada set terakhir untuk menang 6-7(4/7) 6-4 7-5.

Langkah tersebut merupakan serangan balik mengesankan dari petenis berusia 20 tahun yang melakukan selebrasi dengan mengepalkan tinju ke udara dengan gembira setelah memenangkan poin terakhir.

“Sejujurnya saya benci kalah dan Anda tidak ingin menyerah. Pemain seperti saya dilahirkan untuk bertarung,” kata Swiatek, yang kini mencapai empat final berturut-turut setelah memenangkan gelar di Doha, Indian Wells dan Miami.

Baca juga
Dubes RI Sambut Kedatangan Atlet Bulu Tangkis Indonesia untuk BWF World Championships 2021

Petenis asal Polandia ini akan menghadapi Aryna Sabalenka pada Minggu (24/4/2022).

“Tidak banyak waktu untuk pulih, tetapi secara fisik saya siap, jadi saya akan melakukannya,” kata Swiatek.

Diketahui, kedua petenis ini pernah bertemu dua kali di WTA Final 2021 yang dimenangkan Sabalenka dengan skor 2-6, 6-2 7-5, dan di Doha Qatar 2022 yang dimenangkan Swiatek 6-2, 6-3.

Sementara itu Aryna Sabalenka mencapai final Stuttgart untuk tahun kedua berturut-turut setelah menang dua set langsung atas Paula Badosa pada Sabtu (23/4/2022) kemarin.

Sabalenka mengatasi perjuangan keras pada set pertama semifinal dan kemudian meningkatkan tekanan pada set kedua untuk memastikan kemenangan 7-6(7/5) 6-4.

Baca juga
Keras, Ucapan Bos Persib untuk Haruna Soemitro Exco PSSI

“Itu pertandingan yang sulit dan dia adalah lawan terberat,” kata Sabalenka.

“Saya mencoba bertahan pada set pertama dan mendapatkan break kembali,” ujar Sabalenka menunjuk set pembuka yang akhirnya diselesaikan dengan tie break.

“Saya senang sekali melihat hasilnya,” lanjutnya.

Perfoma Badosa kemudian memudar saat set berlanjut setelah melakukan kesalahan ganda untuk memberi kemenangan kepada Sabalenka pada match point pertamanya.

Setelah kalah dari Ashleigh Barty yang pensiun bulan lalu dalam final tahun lalu di Stuttgart, Sabalenka akan menghadapi Iga Swiatek atau Liudmila Samsonova, yang bertemu dalam semifinal.

 

Tinggalkan Komentar