Maju Lagi Jadi Ketum, Luhut Dapat PR dari Atlet: Bereskan Nepotisme di PB PASI


Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Inilah.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Atlet jalan cepat nasional, Hendro Yap, meminta agar Luhut Binsar Pandjaitan yang kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PB PASI, dapat menyelesaikan berbagai persoalan internal di tubuh organisasi, termasuk isu nepotisme.
Meskipun mengakui kepemimpinan Luhut telah membawa arah perubahan yang signifikan ddalam periode terakhirnya, Hendro menilai masih terdapat sejumlah persoalan dalam tata kelola internal organisasi yang perlu dibenahi.
"Tapi memang sisi lain kalau saya lihat, banyak hal-hal yang masih miss dari pengawasan Bapak (Luhut). Yang mungkin ke depannya harus lebih objektif lah, jangan subjektif. Untuk tim-timnya yang membantu Bapak untuk memajukan atletiknya," kata Hendro, saat dihubungi Inilah.com, Sabtu (2/8/2025).
Menurutnya, selama ini masih ada kesan keluhan dari para atlet kurang mendapat perhatian langsung dari pimpinan. Ia berharap Luhut bisa bersikap terbuka, dengan mendengar langsung masukan dari atlet, bukan hanya dari tim atau pengurus internal.
"Jadi kalau misalkan kami dari atlet ada keluhan, ya Bapak jangan dengar dari satu pihak saja, tapi bisa bertanya langsung kepada atletnya. Kenapa begini, kenapa begitu. Jadi kami pun tidak merasa tebang pilih. Jangan dilihat hanya sebab: 'Oh saat kamu juara saya perhatikan, ya sudah tidak juara, ya sudah lah, sudah lepas,'" tambahnya.
Lebih lanjut, Hendro menyoroti soal tumpang tindih kepentingan di tubuh PB PASI, terutama soal dominasi pengurus dari daerah tertentu yang berimbas pada persepsi pelatnas cenderung berat sebelah.
"Setiap daerah itu pasti memiliki kepentingan, jika memiliki posisi di PB PASI. Saya berharap ke depannya, mungkin untuk Bapak yang masih memimpin, atau misalnya mengoordinasikan tim, itu tidak memiliki jabatan di suatu provinsi. Jadi tidak ada nepotisme lah ke depannya," ujarnya.
"Kalau sekarang kan mungkin dari para anggota PB PASI masih di Pemprov-Pemprov, merasa, kok pelatnasnya dari provinsi ini lagi, timnya kok dari provinsi ini lagi? Jadi image-nya itu seperti, 'oh iya ya, ternyata pelatnas itu pelatnas provinsi ini. Bukan pelatnas PB PASI'. Seperti itu dari cerita teman-teman ya," katanya menambahkan.
Tak hanya itu, Hendro juga mengungkap situasi manajerial PB PASI yang semrawut dan tidak transparan, terutama di jenjang Provinsi, yang membuat sejumlah sponsor enggan menjalin kerja sama. Ia pun mencontohkan saat berusaha menggaet sponsor untuk pengurus PB PASI Jawa Barat.
"Beberapa saat yang lalu juga saya pernah membantu Pengprov PASI Jabar untuk mendapatkan sponsor dari beberapa brand. Nah brand ini bukannya tidak mau membantu cabang olahraga atletik untuk Jawa Barat. Tapi begitu melihat kepengurusan yang istilahnya sangat semrawut dan tidak terstruktur, mereka mundur," kata dia.
Baginya, hal ini menunjukkan masih banyak pihak yang peduli terhadap atletik, namun buruknya manajerial organisasi membuat mereka pilih menarik diri.
"Berarti kan dari situ bukan artinya orang tidak peduli dengan atletik. Bukan brand tidak mau peduli dengan atletik. Tetapi bagaimana manajerialnya seperti apa? Atletik bersih enggak? Transparansi enggak? Ada nepotisme tidak? Ada keberpihakan nggak pada satu daerah? Nah begitu brand melihat ada indikasi seperti itu, mereka akan mundur," pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.