Makan di Resto Lebih Lama, Bagaimana Peluang Penularan Covid-19?

Makan di Resto Lebih Lama, Bagaimana Peluang Penularan Covid-19? - inilah.com
istimewa

Dalam Inmendagri No 42 Tahun 2021: Aturan Kegiatan PPKM Level 3 disebutkan sejumlah aturan untuk kabupaten atau kota di wilayah Jawa dan Bali dengan kriteria PPKM level 3.

Salah satunya adalah kegiatan makan dan minum yang diatur ketentuannya bisa makan di tempat dengan waktu 60 menit.

Pada aturan tersebut menyebutkan kegiatan makan/minum di warung makan, warteg dan sejenis diperbolehkan hingga pukul 21.00 maksimal pengunjung makan di tempat 50 persen kapasitas dan waktu maksimal 60 menit.

Kemudian, kegiatan makan/minum di restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi tertutup dengan maksimal pengunjung makan 50 persen dan waktu maksimal 60 menit dengan skrining melalui aplikasi PeduliLindungi.

Selanjutnya, kegiatan makan/minum di restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi terbuka diperbolehkan dine in dengan kapasitas 50 persen dan waktu makan 60 menit hingga pukul 21.00 waktu setempat.

Baca juga  Pemerintah Genjot Vaksinasi Pekerja

Lantas, bagaimana risiko penularan covid-19 saat makan dan minum di restoran atau kafe dengan waktu yang lama?

Dokter Adam Prabata sebagai dokter muda yang kerap memberikan edukasi covid-19 di media sosial pada akun instagramnya @adamprabata, Jakarta, Selasa, (14/09/2021), menjelaskan beberapa penelitian menunjukkan bahwa restoran dan kafe merupakan lokasi yang berisiko terjadinya penularan covid-19. Bahkan, hal tersebut bisa membentuk sebuah klaster.

Risiko makan dan minum di restoran atau bar adalah sebanyak 95 persen lebih tinggi terinfeksi covid-19. Hal itu bisa terjadi pada orang yang sering berkunjung, makan, dan minum di restoran dan bar.

Jika dilihat dari kasus klaster penularan covid-19 di restoran atau kafe, ada satu orang menulari total 56 orang lainnya di kedai kopi di daerah Korea Selatan.

Baca juga  Cegah Komplikasi, Pasien Diabetes Harus Periksa Urin

Kemudian, satu orang menulari 10 orang dari tiga orang berbeda di restoran Tiongkok.

Risiko penularan secara airborne di restoran atau kafe dengan ventilasi buruk karena indoor.

Penularan dapat terjadi meskipun tidak ada kontak erat dan tidak menyentuk permukaan yang terkontaminasi virus.

Orang yang terbukti terinfeksi covid-19 dua kali lebih mungkin makan dan minum di restoran.

Lebih dari tiga kali kemungkinan terinfeksi covid-19 untuk makan dan minum di bar atau kedai kopi.

Hal tersebut dalam dua minggu sebelum gejala muncul atau terbukti terinfeksi covid-19.

Makan dan minum di restoran atau bar dan kedai kopi dapat meningkatkan risiko tertular dan menularkan covid-19.

Baca juga  Empat Tahun Berturut-turut Jakarta Raih Posisi Pertama Paling Demokratis

Situasi indoor dengan ventilasi buruk meningkatkan risiko penularan covid-19.

Risiko sulit menjaga jarak aman dan terbentuknya kerumunan menjadi salah satu risiko makan di kafe atau restoran.

Makan dan minum harus melepas masker. Seringkali perlu bersuara lebih keras karena mengeluarkan droplet lebih banyak di restoran atau kafe agar bisa terdengar.

Cara pencegahan untuk mengurangi penularan covid-19 saat sedang makan dan minum di restoran dan kafe adalah dengan pakai masker sepanjang waktu kecuali saat sedang makan atau minum.

Cari restoran atau kafe yang lokasinya outdoor. Minimalisir waktu berada di dalam restoran atau kafe.

Hindari jam ramai. Jaga jarak dengan orang yang tidak tinggal satu rumah.

Tinggalkan Komentar