Jumat, 07 Oktober 2022
11 Rabi'ul Awwal 1444

Mandiri Institute: Belanja Pariwisata Selamatkan Ekonomi Indonesia

Senin, 18 Jul 2022 - 20:00 WIB
Mandiri Institute: Belanja Pariwisata Selamatkan Ekonomi Indonesia
Pariwisata mulai menggeliat (Radar Depok).

Riset Mandiri Institute menunjukkan belanja pariwisata ketika mulai bangkit mendorong bertumbuhnya perekonomian nasional. Artinya, sektor pariwisata menjadi katalis pertumbuhan ekonomi.

Head of Mandiri Institute, Teguh Yudo Wicaksono mengatakan, saat ini, tingkat mobilitas masyarakat, terutama kunjungan ke daerah-daerah pariwisata, semakin terbuka dan tumbuh signfikan. Hal ini disebut cukup positif dalam kondisi pandemi yang masih berlangsung.

“Tingkat vaksinasi yang tinggi, pelonggaran mobilitas, dan pengendalian kasus COVID-19 yang relatif baik mendorong bangkitnya sektor pariwisata,” ungkap Teguh, Jakarta Senin (18/7/2022).

Secara spasial, kata Teguh, tingkat belanja masyarakat (Mandiri Spending Index/MSI) di wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang merupakan destinasi utama pariwisata, trennya terus meningkat. Terutama sejak kasus COVID-19 dari varian Omicron, mereda.

Baca juga
Mandalika GP Series Berpotensi Kembangkan Pariwisata Indonesia

Per awal Juli 2022, lanjutnya, Mandiri Spending Index (MSI) di Bali dan Nusa Tenggara mencapai 87,7 poin. Capaian ini tertinggi sepanjang sejarah pandemi COVID-19. Secara umum, tingkat belanja masyarakat masih tetap solid di tengah kenaikan inflasi dan kasus COVID-19. Masih pada awal Juli ini, MSI menilai, tingkat belanja masyarakat berada di level 130,2 poin. “Artinya kenaikan 30% lebih tinggi dibanding periode pra-pandemi,” ungkapnya.

Hasil laporan juga menunjukkan, saat ini, penggunaan pesawat (81,3 poin) untuk mobilitas antar daerah semakin meningkat. Sementara untuk mobilitas dalam kota atau antar daerah yang lebih dekat, selain menggunakan kendaraan pribadi, penggunaan transportasi darat lain (111,6 poin) juga terpantau cenderung meningkat.

Teguh melanjutkan, berangsur pulihnya sektor pariwisata juga tercermin dari meningkatnya belanja-belanja yang terkait dengan mobilitas, hotel, restoran dan kafe (horeka), serta hiburan.

Baca juga
Cek Empat Bandara di NTT, Menhub Budi Dorong Pariwisata Hidup Lagi

Pasca Idulfitri Mei 2022, belanja di daerah utama pariwisata, terutama Bali dan NTB, tumbuh lebih tinggi dibanding daerah lain. Fenomena yang tertangkap big data Mandiri mengindikasikan sektor pariwisata yang berangsur pulih

Pada daerah-daerah utama wisata, tingkat kunjungan yang lebih tinggi mendorong belanja terkait travel, tiket pesawat, hotel, dan restoran dibanding daerah lain.

Dibanding sebelum Ramadan 2022, belanja terkait hotel saat ini di daerah pariwisata tumbuh 34%, lebih tinggi ketimbang daerah lain (24%). Demikian juga belanja terkait restoran, tumbuh 25%, juga lebih tinggi dibanding daerah lain (19%). “Belanja-belanja lain yang juga meningkat cukup tinggi adalah yang terkait gaya hidup seperti entertainment, fesyen, dan perhiasan,” sebutnya.

Baca juga
Kabar Baik dari BI, Bisnis Siap Tancap Gas di Triwulan I-2022

Seiring momentum mulai pulihnya sekor pariwisata, perlu upaya terus-menerus untuk memperkuat potensi sektor lain di daerah-daerah utama pariwisata. Ke depan, penguatan potensi rumah tangga dan para pelaku usaha di daerah-daerah utama pariwisata. “Terutama pelaku usaha di segmen mikro dan usaha kecil, perlu menjadi agenda penting oleh semua pemangku kepentingan,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar