Rabu, 29 Juni 2022
29 1444

Manipulasi Uji Emisi, Fiat Chrysler Kena Denda Rp4,3 Triliun di AS

Senin, 06 Jun 2022 - 18:03 WIB
Uji Emisi
(foto: cars.com)

Unit bisnis dari Stellantis, Fiat Chrysler Automobiles (FCA), mengaku bersalah dan akan membayar denda sekitar US$300 juta (Rp4,3 triliun) terkait dugaan kasus manipulasi uji emisi kendaraan bermesin diesel, menurut keterangan dari dokumen pengadilan Departemen Kehakiman AS.

Kendaraan tersebut antara lain model dari tahun 2014 hingga 2016 dengan lebih dari 100.000 truk pikap Dodge Ram model lama dan kendaraan sport Jeep yang dijual di AS.

“FCA US terlibat dalam skema multi-tahun untuk menyesatkan regulator dan pelanggan AS,” kata Asisten Jaksa Agung Kenneth Polite, seperti dilansir Reuters.

Polite menambahkan bahwa departemen akan meminta pertanggungjawaban perusahaan, tata kelola perusahaan yang baik, dan perbaikan tepat waktu.

Baca juga
Kejagung Periksa Tiga Purnawirawan TNI Terkait Korupsi Satelit Kemhan

Hakim Distrik AS Nancy Edmunds di Detroit menetapkan tanggal hukuman 18 Juli 2022. Penyelesaian kasus tersebut termasuk penyitaan US$203,6 juta (Rp2,9 triliun) dan denda US$96,1 juta (Rp1,3 triliun).

Pemerintah setempat mencatat bahwa FCA sebelumnya membayar denda perdata US$311 juta (Rp4,4 triliun) dan membayar lebih dari US$183 juta (Rp2,6 triliun) untuk kompensasi kepada lebih dari 63.000 orang sebagai bagian dari gugatan class action terkait masalah mesin diesel.

FCA akan menjalani masa percobaan selama tiga tahun. Produsen mobil itu harus melakukan tinjauan awal atas kepatuhannya terhadap Undang-Undang Udara Bersih serta prosedur inspeksi dan pengujian, menyerahkan laporan, dan menyiapkan setidaknya dua tinjauan dan laporan tindak lanjut.

Baca juga
Jumlah Kendaraan yang Uji Emisi di DKI Melonjak Tajam

Departemen Kehakiman AS mengatakan FCA memasang fitur software untuk pada mesin diesel sehingga dapat lulus uji emisi. Menurut instansi pemerintah itu, perusahaan dengan sengaja mengkalibrasi sistem kontrol emisi untuk menghasilkan lebih sedikit emisi dalam kondisi mengemudi normal.

Kasus serupa juga pernah terjadi pada Volkswagen AG lima tahun lalu yang dikenal dengan skandal ‘dieselgate’. Saat itu, Volkswagen mengaku bersalah atas tuntutan pidana terkait kecurangan uji emisi yang mempengaruhi hampir 600.000 kendaraan.

Tinggalkan Komentar