Minggu, 26 Juni 2022
26 Dzul Qa'dah 1443

Mantan Gerilyawan Gustavo Petro Menangi Pilpres Kolombia

Senin, 20 Jun 2022 - 14:56 WIB
Petro Kolombia
Gustavo Petro (foto: CNN)

Politisi sayap kiri Gustavo Petro dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilihan Presiden Kolombia pada Minggu (19/6/2022) waktu setempat.

Mantan gerilyawan itu berhasil mengalahkan raja konstruksi Rodolfo Hernandez dalam pemilihan putaran kedua pada Minggu.

Mantan Wali Kota Bogota itu meraup 50,5 persen suara, mengalahkan pesaingnya dengan selisih lebih dari 700 ribu suara untuk menjadi presiden kiri pertama Kolombia, yang selama ini didominasi kubu kanan.

Senator berhaluan kiri itu berjanji akan melakukan perubahan sosial dan ekonomi secara signifikan.

Ia juga berjanji untuk memerangi ketidaksetaraan dengan pendidikan universitas gratis, reformasi pensiun dan pajak yang tinggi atas tanah tidak produktif.

Baca juga
Konflik Partai Berkarya, MA Kabulkan Kasasi Kubu Muchdi Pr

Pendukung Gustavo Petro, Alejandro Forero (40) yang menggunakan kursi roda, menangis saat melihat hasil pemilihan Presiden Kolombia di Bogota.

“Terima kasih Tuhan. Saya tahu dia akan menjadi presiden yang baik dan dia akan membantu kita yang paling tidak beruntung,” kata Forero seperti dilansir Reuters, Senin (20/6/2022).

Beberapa orang menari di jalan dekat tempat pemungutan suara terbesar di Bogota, meskipun hujan terus turun.

Kemenangan Petro menambahkan Kolombia ke dalam daftar negara-negara Amerika Latin yang telah memilih kaum progresif dalam beberapa tahun terakhir.

Petro, 62 tahun, mengatakan dia disiksa oleh militer ketika dia ditahan karena keterlibatannya dengan gerilyawan, dan potensi kemenangannya membuat pejabat tinggi angkatan bersenjata bersiap untuk perubahan.

Baca juga
Hitung-hitungan Megawati Terkait Capres PDIP Belum Kelar

Calon wakil presiden Petro, Francia Marquez, seorang ibu tunggal dan mantan pembantu rumah tangga, juga akan mencetak sejarah sebagai wakil presiden wanita kulit hitam pertama di negara itu.

Petro juga telah berjanji untuk sepenuhnya menerapkan kesepakatan damai 2016 dengan pemberontak FARC dan akan melakukan pembicaraan dengan gerilyawan ELN yang masih aktif.

Sementara itu, tokoh konstruksi sayap kanan Rodolfo Hernandez mengakui kekalahan dalam video pendek di media sosial.

“Seperti yang saya katakan selama kampanye, saya menerima hasil pemilihan ini,” kata Hernandez.

Tinggalkan Komentar