Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Manuver PKB-Gerindra Respons untuk KIB dan Rakernas NasDem

Minggu, 19 Jun 2022 - 13:57 WIB
Antarafoto Pertemuan Prabowo Muhaimin 180622 Adm 9(1) - inilah.com
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) usai melakukan pertemuan di Kertanegara, Jakarta, Sabtu (18/6/2022). Dalam pertemuan tersebut, Gerindra dan PKB bersepakat bekerja sama menghadapi Pileg, Pilpres dan Pilkada di Pemilu 2024 mendatang. Foto: Antara

Pertemuan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Imin) dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto, di Kertagana, Sabtu (18/6/2022) malam, dianggap respons atas terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Rakernas NasDem yang mengumumkan tiga nama kandidat capres. Pertemuan Imin dengan Prabowo dianggap positif karena parpol harus memasang kuda-kuda menghadapi Pemilu 2024.

Pengamat politik Siti Zuhro menilai manuver PKB-Gerindra mengarah pada terbentuknya koalisi, kendati masing-masing ketum menyebutnya dengan kerja sama menghadapi pilkada, pileg dan pilpres 2024. Prabowo dan Imin bahkan tidak menyinggung bakal deklarasi membangun koalisi ketika konferensi pers.

“Semua partai akan merespons apa yang sudah dilakukan KIB termasuk merespons yang sudah dilakukan NasDem dengan mendeklarasikan tiga calon yang akan diusung pada Pilpres 2024,” ujar Siti Zuhro, di Jakarta, Minggu (19/6/2022).

Baca juga
Survei LSI Denny JA, Pengamat: Airlangga Naik Seiring Peluang Tiket Presidential Threeshold

Dia menyebutkan, semua parpol sedang membangun komunikasi politik dari belakang layar merespons Rakernas NasDem dan terbentuknya KIB. “Karena siapa pun tidak mau sendirian ditinggalkan,” kata Profesor Riset BRIN itu.

Siti Zuhro juga meyakini seluruh parpol bakal membangun koalisi pada 2024. Hanya momentumnya saja yang kemungkinan bakal terbentuk dalam waktu dekat atau mendekati pelaksanaan Pemilu 2024.

Menurutnya, koalisi parpol merupakan keniscayaan. Adanya ambang batas 20% mengusung capres memaksa seluruh parpol untuk berkoalisi. Hal ini juga berlaku bagi PDIP yang bisa mengusung capres sendiri karena memiliki kursi terbanyak di parlemen.

“Ini kan memang semua mumet (pusing). Partai-partai juga puyeng dengan presidential threshold yang harus mencapai 20%,” tuturnya.

Baca juga
Logistik Masih Jadi PR Persiapan Pemilu

Dia melanjutkan, terbentuknya koalisi-koalisi parpol sudah dapat dibaca sekarang ini. Setelah KIB, terdapat pula wacana membangun Koalisi Semut Merah yang diinisiasi PKB-PKS.

Pertemuan antara Imin dengan Prabowo yang berujung pada kesepakatan kerja sama menguatkan spekulasi bakal ada koalisi parpol lagi. Hanya saja pendekatan komunikasi yang sedang dibangun sekarang ini terkait siapa kandidat yang bakal diusung sebagai capres.

Siti menilai, KIB bakal mengusung kader internal. Kemungkinan paling kuat Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang bakal diusung. Sementara Imin dalam berbagai kesempatan menyatakan ingin maju sebagai capres.

“Ini masih saling mencari kecocokan, karena tidak hanya sekadar koalisi, karena calon yang diusung bisa menjadi pemantik konflik atau perpecahan jika tidak sepaham,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar