Marah-Marah Terus, Mensos Risma Harus Dievaluasi

Marah-Marah Terus, Mensos Risma Harus Dievaluasi - inilah.com
Aksi Marah-Marah Mensos Tri Rismaharini Mendapat Sentimen Negatif

Aksi marah-marah Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini terus mendapat sentimen negatif. Video marah-marah Risma yang viral di Gorontalo saat dirinya menerima laporan seorang pendamping bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dinilai tidak pantas.

Risma mencak-mencak karena diduga tak terima pihaknya mencoret data penerima bansos sehingga bantuan menjadi tidak tepat sasaran. Bahkan, Risma mengancam akan menembak orang tersebut karena telah mencoret Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik rakyat.

Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar melakukann evaluasi Risma sebagai Mensos.

Aksi Mensos Risma yang secara emosional  menunjuk-nunjuk warga saat berkunjung ke Gorontalo, sangat tidak pantas sebagai pejabat negara. Hal inilah yang membuat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie tersinggung dengan perlakuan Risma tersebut.

Baca juga  Matahari di Atas Pulau Jawa, Penyebab Panas Seminggu ke Depan

“Bukan hanya di Gorontalo Risma marah-marah, sebelumnya Risma juga sering marah-marah di warga,” kata 
Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama, Sabtu (2/10/2021).

Menurut Haris, jika ada yang dalam birokrasi atau hal yang lainnya, Risma seharusnya bisa melakukan koordinasi kepada aparat penegak hukum.”Jika ada anak buahnnya yang korupsi atau perbuatan tercela lainnya, Risma bisa melaporkannya kepada penegak hukum. Bukan marah-marah terus,” ketus Haris.

Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ini menambahkan, aksi Risma yang memarahi rakyatnya, berbanding terbalik dengan Presiden Jokowi yang merakyat dan selalu ramah terhadap rakyat. Hal ini dapat dilihat saat Jokowi kunker yang selalu turun ke bawah dan menyapa masyarakat.

Baca juga  Bea Cukai Ngurah Rai Fasilitasi Ekspor Satu Ton Kakao Bali

“Oleh karena itu, kami meminta Jokowi mengevaluasi menterinya tersebut, jangan sampai citra pemerintah yang sudah baik dapat tercoreng,” pungkasnya.

Dalam catatan Inilah.com, dalam beberapa kesempatan, Menteri Risma memang terlihat marah-marah. Pada 13 Juli 2021, dia semprot seorang PNS di Kota Bandung. Bahkan mengancam bakal memindahkannya ke Papua. Masalahnya sepele hanya soal alat musik, kibor.

Pada 8 Oktober 2020, Risma memarahi para demonstran penolak UU Cipta Kerja lantaran merusak fasilitas umum di Surabaya, Jawa Timur. Pada Mei 2020, dirinya memarahi seorang pejabat di Balai Kota Surabaya, lantaran mobil PCR.

Tinggalkan Komentar