Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Maria Sibylla Merian Hadir di Google Doodle

Selasa, 02 Apr 2013 - 02:00 WIB
Penulis : Nur Ikhsan Suryakusumah

INILAH.COM, Jakarta - Google Doodle turut merayakan hari ulang tahun seorang seniman dengan menghadirkan lukisan natural yang menggambarkan kehidupan alam liar.

Jika Anda mengakses Google  hari ini (2/4), Anda akan disambut Doodle yang menampilkan gambar kupu-kupu, ulat, kadal dan beberapa binatang liar lainnya. Tentu Anda akan langsung bertanya-tanya apa maksud dari tampilan Google Doodle ini?

Ternyata hari ini Google sedang merayakan hari ulang tahun ke-366 dari seorang pelukis yang juga pecinta serangga, Maria Sibylla Merian. Mungkin tidak banyak dari Anda yang akrab dengan nama itu. Namun, bagi orang Jerman, perempuan ini adalah sosok cukup populer dan membanggakan.

Maria Sibylla Merian dilahirkan di Frankfurt, Jerman, pada 2 April 1647. Ia dikenal sebagai seorang pelukis, pecinta serangga, ilmuwan biologi dan peneliti ilmiah yang mengabdikan hidupnya untuk mempelajari tentang tanaman dan seluk-beluk serangga.

Maria semakin terkenal berkat karya lukisnya yang sangat indah dan teramat mirip dengan aslinya. Keahliannya dalam melukis ini justru sangat menunjang aktivitasnya di bidang penelitian ilmiah.

Karena saat itu kamera foto belum ditemukan, maka banyak sekali peneliti yang mengabadikan hasil mengamatannya lewat media gambar, tentu saja mereka harus melukis sesuai aslinya, sehingga gambar hasil penelitian itu bersifat naturalis. Inilah yang menjadi nilai lebih Maria.

Kecintaannya kepada tanaman dan serangga, membawa Maria mengembara ke hutan tropis di Suriname, sebuah negara kecil nan indah di kawasan Amerika Latin. Seraya melakukan penelitian tentang flora dan fauna, ia mengabadikan semua yang dilihatnya ke dalam buku sketsa.

Sekembalinya ke Jerman, Maria menerbitkan hasil gambar penelitiannya ke dalam sebuah buku yang berjudul  Metamorphosis Insectorum Surinamensiu.  Buku tersebut ternyata diminati oleh kaum bangsawan dan orang-orang kaya di Jerman sehingga terjual ludes di pasaran.

Oleh karena itulah Maria justru lebih dikenal sebagai seorang pelukis beraliran naturalis ketimbang sebagai ilmuwan yang sebenarnya menjadi profesi aslinya.

Maria Sibylla Merian mengembuskan napas terakhirnya di Amsterdam pada 12 Januari 1717. Ia memberi banyak kontribusi bagi penelitian serangga dan tumbuh-tumbuhan, terutama yang ada di Amerika Latin. Konon, kumpulan bukunya pun dihargai hingga ratusan ribu dolar. [mor]