inilah.comnewsMario Dandy Jadi Sorotan Lagi, Bawa Rubicon Masuk Kawasan Gunung Bromo

Mario Dandy Jadi Sorotan Lagi, Bawa Rubicon Masuk Kawasan Gunung Bromo

Selasa, 28 Februari 2023 - 04:31 WIB
Share
Mario Dandy Jadi Sorotan Lagi, Bawa Rubicon Masuk Kawasan Gunung Bromo

Mario Dandy Satriyo berfoto dengan mobil yang dikendarai, Jeep Rubicon di Kawasan Gunung Bromo (tangkapan Layar Twitter)

Belum selesai kasus penganiayaan terhadap David (17), Mario Dandy Satriyo (20), anak mantan pejabat Ditjen Pajak Jaksel, kembali jadi sorotan setelah foto dan video dirinya mengendarai Rubicon, masuk kawasan Gunung Bromo.

Video ini menjadi viral karena wisata di Gunung Bromo dikenal tidak memperkenankan kendaraan roda empat masuk kecuali Jeep milik warga sekitar.

Meski belum jelas kapan pastinya aksi Mario membawa Rubicon ke Kawasan Gunung Bromo, namun aksi Mario itu terlanjur viral dan jadi sorotan. Sebelumnya, foto Mario sedang duduk di depan Rubicon, juga diduga diambil di Kawasan Gunung Bromo.

Dalam aturan terbaru, sejak 19 Agustus 2022, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak lagi memberikan rekomendasi kendaraan komunitas masuk ke kawasan Gunung Bromo. Sebelum aturan tersebut berlaku, untuk kendaraan komunitas diperkenankan masuk ke kawasan Gunung Bromo, itupun hanya 20 mobil dan didampingi petugas.

Pihak pengelola, bakal mendalami foto dan video Mario Dandy tersebut untuk memastikan kapan waktunya.

Sementara itu, Menparekraf Sandiaga Uno mengecam aksi Mario dan Rubicon-nya yang masuk ke kawasan Gunung Bromo yang merupakan salah satu destinasi pariwisata prioritas. "Saya ingin mengingatkan bahwa kita mematuhi peraturan. Jangan sampai kita merusak daya tarik wisata kita," ujar dia dalam The Weekly Brief with Sandi Uno, Senin (27/2/2023).

Sandiaga mengaku telah berulang kali mendapatkan kiriman foto yang memperlihatkan mobil atau kendaraan bermotor lain melintasi kawasan Bromo Tengger Semeru. Padahal, ia berharap kawasan tersebut harus dijaga keaslian dan kelestariannya. Untuk itu, ia akan berkoordinasi kembali dengan pengurus wisata di tempat itu.

"Bagi yang menyediakan paket-paket wisata di kawasan tersebut, sebaiknya menjaga dengan baik karena yang kita jual itu adalah keindahan dan kelestarian alamnya. Kalau kita rusak itu tidak akan lagi, menjadi daya tarik wisata untuk dikunjungi oleh para wisatawan," tutup dia.

Topik
Share
Komentar

Tidak ada komentar

BERITA TERKAIT