Masih Ingat Naufan? Begini Kondisinya Sekarang

Masih Ingat Naufan? Begini Kondisinya Sekarang - inilah.com
Naufan Fadhil

Naufan Fadhil (16) seorang santri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat yang menderita Osteosarkoma atau kanker tulang di bagian kaki kanannya, kondisinya saat ini masih belum berubah.

Saat ini anak dari pasangan M. Nasir dan Tejaningsih itu masih terbaring lemas di tempat tidurnya setelah menjalani kemoterapi di RS Hasan Sadikin Bandung selama 10 hari terakhir.

Namun yang dialami setelah kemoterapi adalah selalu mual dan muntah setelah makan. Pembengkakan kaki yang diderita pun masih belum ada kemajuan.

Sang ibu yang setia menemani hanya bisa pasrah kepada Allah SWT untuk kesembuhan anaknya. “Biasa nya kalau yang normal efek kemo itu lima sampai enam hari, tapi Naufan sudah delapan hari masih tetap mual,” kata ibunya, Tejaningsih, kepada Inilah.com.

Baca juga  Keajaiban Bekerja, Donasi untuk Naufan Fadhil Terus Naik

Dirinya menceritakan kesehariannya, Naufan kesulitan untuk makan karena sering muntah. Sehingga makanan yang diasup dirasakan sangat kurang lantaran sulit untuk dicerna.

“Paling makan cuma nasi sama garam, itu juga lama makannya. Kemarin waktu (mau) dikemo ngedrop lagi, nggak masuk nasi sama sekali sampai 10 hari,” tuturnya.

Untuk jadwal kemoterapi tahap kedua untuk penyembuhan kakinya dijadwalkan pada 7 Oktober 2021 di RSHS Bandung. “Minta doanya mudah-mudahan kemo ke dua berjalan lancar dan kuat,” tambah Tejaningsih seraya meminta doa untuk kesembuhan Naufan.

Diketahui, Naufan adalah seorang santri dari Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Garut yang kesulitan berjalan karena menderita penyakit langka yakni Osteosarkoma atau kanker tulang. Selama delapan bulan ini bagian paha kaki kanannya terus mengalami pembengkakan, bahkan untuk berjalan harus dibantu dengan tongkat.

Baca juga  Sang Pengawal Ambulans, Dibutuhkan Meski Dilupakan

Sebelumnya, Inilah.com melakukan penggalangan dana untuk penyembuhan Naufan yang dicetus oleh CEO Inilah.com Fahd Pahdepie melalui kitabisa.com dengan target Rp50 juta. Dalam waktu dua pekan terkumpul Rp140 juta yang digunakan untuk biaya pengobatan kakinya di sebuah klinik tulang di Sukabumi, Jawa Barat.

Namun karena pembengkakan kakinya tidak kunjung membaik dan malah bertambah besar, pihak keluarga membawa Naufan untuk menjalani pengobatan di RSHS Bandung, Jawa Barat.

Tinggalkan Komentar