Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Masih Trauma, Korban Gempa Pasaman Barat Pilih Bertahan di Tenda

Gempa pasaman barat
Korban gempa Pasaman Barat masih bertahan di tenda (foto Antara)

Sedikitnya 10 orang warga Pasaman Barat memilih bertahan di tenda darurat dan belum kembali ke rumahnya lantaran masih trauma adanya gempa susulan wilayah tersebut.

Direktur RSUD Pasaman Barat Yandri mengatakan mereka masih menempati tenda darurat di halaman rumah sakit. Karena awalnya mereka adalah pasien korban gempa bermagnitudo 6,1 yang terjadi pada Jumat (25/2/2022) lalu.

“Para tenaga medis, sejumlah peralatan, hingga tempat tidur pasien masih diletakkan di dalam empat tenda darurat yang berdiri di halaman rumah sakit,” katanya, Selasa (1/3/2022).

Menurutnya, pascagempa pada 25 Februari 2022 lalu pihaknya menerima 49 orang pasien korban gempa. Pasien yang mengalami luka berat sebanyak 31 orang, 16 orang luka ringan dan dua orang di rujuk ke Rumah Sakit M. DJamil Padang.

Baca juga
Nasihat Buya Yahya untuk Gelaran Wayang di Ponpes Gus Miftah: Harusnya Bukan Memprovokasi

Saat ini keluhan pasien rata-rata karena trauma. Ada trauma di kepala, di kaki dan ada yang fraktur di bagian paha, betis dan bahu.

“Memang ada beberapa orang pasien yang sudah sembuh tapi tetap di RSUD karena tidak tau mau pulang kemana karena rumahnya hancur akibat gempa,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar