Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Masinton: Luhut Itu Keblinger, Pongah dan Sok Kuasa

Masinton Pasaribu Luhut demo - inilah.com
Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu - dpr.go.id

Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menanggapi santai rencana demo yang akan digelar oleh sejumlah pihak dan forum organisasi kepemudaan (OKP), Selasa (19/4/2022) besok.

Demo tersebut menuntut Masinton meminta maaf maaf karena telah meyebut Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sebagai biang masalah wacana perpanjangan masa jabatan Presiden.

“Demo itu hanya sirkus lawak. Banteng bukan kaleng-kaleng,” kata Masinton kepada inilah.com, Senin (18/4/2022).

Terkait Luhut, Masinton menilai sosok orang dekat Presiden Jokowi itu kerap melakukan manuver jauh melampaui kewenangannya. Masinton pun mencontohkan tentang wacana Presiden 3 periode.

Setelah ramai ditolak pubik, isu tersebut bahkan harus ditanggung sendiri oleh Presiden dengan berulang kali memberikan klarifikasi.

Baca juga
Enam Warga Kepri Positif Omicron

“Bahwa gagasan diatas bukan berasal dari Presiden Jokowi, melainkan dari dirinya sendiri sebagai Menko yang sebenarnya tidak memiliki kewenangan di bidang politik. Dimana batang hidungnya yang pongah sok merasa paling kuasa itu? Kenapa bukan dia yang menjelaskan kepada publik dan massa aksi yang melakukan penolakan perpanjangan 3 periode masa jabatan Presiden,” ujarnya.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab seorang pemimpin mengambil alih tindakan keblinger bawahannya yang congkak dan semena-mena kepada rakyat,” tambahnya.

Anggota Komisi XI DPR itu kembali menyinggung klaim data 110 juta rakyat mendukung penundaan Pemilu yang pernah disampaikan Luhut adalah data yang keliru.

Baca juga
Anak Asuh Juluki Biarawan Cabul Angelo Kelelawar Malam

“Harusnya Menko tersebut secara kesatria mundur dari seluruh jabatannya. Apalagi telah menyebarkan big data hoax kepada masyarakat Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Masinton juga tegas menyatakan tidak akan meminta maaf karena telah mengkritik Luhut. Bahkan ia mengaku siap kehilangan nyawa dalam menyuarakan pendapatnya.

“Rakyat yang tidak ingin kekayaan alamnya dikuasai dan dikeruk oleh segelintir pemegang kekuasaan yang rakus dan serakah. Dibunuh pun saya siap dan tak akan meminta maaf pada oknum kekuasaan yang rakus dan serakah,” kata Masinton dalam keterangannya, Jumat (15/4/2022).

Tinggalkan Komentar